Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penulisan ejaan pada karangan teks deskripsi siswa kelas V SDN II Benda. Berdasarkan data nilai siswa kelas V dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia kelas V SDN II Benda terdapat sebuah permasalahan yaitu siswa masih kesulitan dalam pembelajaran menulis karangan teks deskripsi. Selain itu, siswa masih banyak melakukan kesalahan dalam penulisan sebuah teks karangan deskripsi terutama kesalahan dalam penulisan ejaan yang sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) yaitu dalam pemakaian huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Melalui metode deskriptif, akan mengungkapkan kesalahan-kesalahan penggunaan ejaan pada karangan teks deskripsi siswa meliputi pemakaian huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SDN II Benda Kota Tasikmalaya. Subjek penelitian diambil 16 peserta didik kelas V SDN II Benda. Waktu penelitian dilaksanakan mulai Oktober 2024 sampai dengan September 2025. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, teknik pencatatan, dokumentasi, dan teknik kepustakaan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti dan karangan teks deskripsi siswa. Data dikumpulkan dari hasil karangan teks deskripsi yang dibuat oleh subjek penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conlclusion drawing/verification). Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN II Benda melakukan 269 kesalahan ejaan dalam karangan teks deskripsi, dengan rincian kesalahan penggunaan huruf 160 kesalahan (59,48%), penulisan kata 69 kesalahan (25,65%), dan penggunaan tanda baca 40 kesalahan (14,87%). Kesalahan penggunaan huruf kapital menjadi yang paling dominan. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya pemahaman EYD, keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya ketelitian siswa, minimnya media pembelajaran interaktif, kurangnya umpan balik spesifik dari guru, dan faktor psikologis siswa.
Copyrights © 2025