Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan terhadap kehidupan mahasiswa, salah satunya melalui penggunaan smartphone yang berlebihan hingga memicu perilaku adiktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara self regulation dan kecanduan smartphone pada mahasiswa di DKI Jakarta. Self regulation didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mengendalikan emosi, pikiran, dan perilaku agar selaras dengan tujuan yang ingin dicapai, sedangkan kecanduan smartphone menggambarkan pola penggunaan yang kompulsif dan sulit dikendalikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian adalah mahasiswa berusia 18–25 tahun yang berdomisili di DKI Jakarta, dengan jumlah responden sebanyak 240 responden dengan kritera yang telah di tentukan. Instrumen yang digunakan berupa skala Short Self-Regulation Questionnere (SSRQ) dan skala Smartphone Addiction Scale (SAS) yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman sesuai hasil uji asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self regulation dan kecanduan smartphone. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri mahasiswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka mengalami kecanduan smartphone. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kemampuan self regulation sebagai strategi preventif dalam menghadapi perilaku adiktif terhadap teknologi di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2025