Penelitian ini mengkaji perkembangan Ahmadiyah dan pengaruhnya dalam konteks dunia Barat modern dengan menyoroti peran sosial, media, dan diplomasi publik yang dijalankan komunitas ini. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur akademik, laporan hak asasi manusia, publikasi internal Ahmadiyah, serta sumber-sumber media yang relevan untuk memahami bagaimana gerakan ini membangun citra Islam yang damai dan moderat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ahmadiyah berhasil memanfaatkan media global seperti Muslim Television Ahmadiyya (MTA), jaringan literasi keagamaan, serta kampanye sosial Love for All, Hatred for None sebagai instrumen pendidikan publik dan diplomasi keagamaan. Di dunia Barat, komunitas Ahmadiyah tampil sebagai agen dialog antaragama, promotor toleransi, dan aktor yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, sehingga berkontribusi pada konstruksi wacana Islam inklusif. Namun, pengaruh ini masih jarang dikaji secara komprehensif dalam kajian akademik, khususnya dalam perspektif sosial, keagamaan, dan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menegaskan pentingnya melihat Ahmadiyah sebagai salah satu model keberagamaan minoritas yang relevan dalam penguatan nilai moderasi dan literasi keagamaan di masyarakat Barat modern
Copyrights © 2026