Tingginya prevalensi swamedikasi di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta pada tahun 2024 (76,02%), menunjukkan perlunya peningkatan literasi masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional. Salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat adalah melalui program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), yang diinisiasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia. Kegiatan edukasi dilakukan di Rumah Singgah Sahabat Jakarta, dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan keluarga pasien anak yang tinggal sementara di Rumah Singgah Sahabat Jakarta terkait pengelolaan obat sebelum dan sesudah diberikan edukasi DAGUSIBU. Edukasi dilakukan pada tanggal 5 April 2025 kepada 10 responden berusia 19–48 tahun menggunakan metode ceramah dan media powerpoint. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir soal, dengan skor maksimum 100. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 89% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan 11% kategori sedang. Proporsi ini tidak mengalami perubahan setelah edukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman sebelumnya dalam mendampingi pasien anak selama pengobatan jangka panjang di rumah sakit telah memberikan pemahaman memadai mengenai pengelolaan obat. Meskipun tidak ada peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan, responden menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya edukasi lanjutan dengan tema kesehatan lainnya.
Copyrights © 2025