Penyakit infeksi menjadi tantangan utama di negara berkembang seperti Indonesia, dimana antibiotik sering digunakan sebagai pengobatan utama. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik, mengurangi efektivitas pengobatan, dan meningkatkan angka kesakitan serta biaya perawatan. Faktor utama resistensi adalah penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan yang rasional. Promosi kesehatan dan edukasi menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan antibiotik secara bijak, mengurangi swamedikasi, dan menekan laju resistensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pengunjung di Kapal Wisata Pesut Kita Samarinda, Kalimantan Timur terhadap penggunaan antibiotik yang tepat. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi melalui leaflet, penyuluhan langsung, serta pengisian kuesioner untuk menilai tingkat pemahaman dan persepsi peserta. Gambaran tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukan edukasi kesehatan pada kategori baik sebanyak 3 (13.6%), kategori cukup sejumlah 8 (36.4%), dan kategori kurang sejumlah 11 (50.0%). Setelah dilakukan edukasi kesehatan diperoleh hasil tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 7 (31.8%), kategori cukup sejumlah 11 (50.0%), dan kategori kurang sejumlah 4 (18.2%). Hasil ini menunjukkan terjadinya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar dan bahaya resistensi antibiotik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas di ruang publik seperti Kapal Wisata Samarinda efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penggunaan antibiotik. Kedepannya, kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas dan disertai evaluasi berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku terkait penggunaan antibiotik secara lebih konsisten.
Copyrights © 2025