Likrah, Vira Saphira
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMIZATION OF THE BLUSH ON STICK BASE AND PHYTOCHEMICAL SCREENING OF MELINJO FRUIT (Gnetum gnemon Linn) Likrah, Vira Saphira; Suparningtyas, Juniza Firdha; Kuncoro, Hadi
PROSIDING SEMINAR KIMIA Vol 2 No 1 (2023): Prosiding SNK 2023
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red melinjo skin or Gnetum gnemon has the potential to be used as an alternative natural dye because it has an attractive color due to the presence of carotenoid anthocyanin pigments, a derivative of terpenoid compounds. Carotenoids can be used as natural dyes in blush stick preparations. Melinjo peel was extracted by maceration using 70% ethanol and citric acid and after that it was tested for phytochemical screening and extract characterization. The blush on stick base formulation consists of several components including carnauba wax, candelilla wax, talcum, oleum ricini, methyl paraben, BHT, tween 80. color and scent. The base of the blush stick preparation is quite stable, homogeneous, pH 3.8-4.7 (close to skin pH), in accordance with the criteria of SNI 16-479-1998, easy to apply with an even color, and very homogeneous formulation when applied to hands. Keywords: Red melinjo skin, Blush on stick, anthocyanin
Education on the Use of Antibiotics in the Community of Visitors to the Pesut Kita Samarinda Tourist Ship: Edukasi Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Pengunjung Kapal Wisata Pesut Kita Samarinda Wijaya, Muhammad Rega Septa; Sekarwati, Dian; Likrah, Vira Saphira; Fika
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.644

Abstract

Penyakit infeksi menjadi tantangan utama di negara berkembang seperti Indonesia, dimana antibiotik sering digunakan sebagai pengobatan utama. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik, mengurangi efektivitas pengobatan, dan meningkatkan angka kesakitan serta biaya perawatan. Faktor utama resistensi adalah penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan yang rasional. Promosi kesehatan dan edukasi menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan antibiotik secara bijak, mengurangi swamedikasi, dan menekan laju resistensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pengunjung di Kapal Wisata Pesut Kita Samarinda, Kalimantan Timur terhadap penggunaan antibiotik yang tepat. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi melalui leaflet, penyuluhan langsung, serta pengisian kuesioner untuk menilai tingkat pemahaman dan persepsi peserta. Gambaran tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukan edukasi kesehatan pada kategori baik sebanyak 3 (13.6%), kategori cukup sejumlah 8 (36.4%), dan kategori kurang sejumlah 11 (50.0%). Setelah dilakukan edukasi kesehatan diperoleh hasil tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 7 (31.8%), kategori cukup sejumlah 11 (50.0%), dan kategori kurang sejumlah 4 (18.2%). Hasil ini menunjukkan terjadinya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar dan bahaya resistensi antibiotik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas di ruang publik seperti Kapal Wisata Samarinda efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penggunaan antibiotik. Kedepannya, kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas dan disertai evaluasi berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku terkait penggunaan antibiotik secara lebih konsisten.