UKM Shafaluna memiliki lahan seluas 400 hekto are yang digunakan untuk menanam sereh wangi dan menggerakkan masyarakat di sekitar untuk menanam sereh wangi pada lahan mereka untuk kemudian dapat menyuplai bahan baku yang terus berkelanjutan dari UKM Shafaluna. UKM Shafaluna mampu memproduksi 200 Liter minyak atsiri sereh wangi dalam satu bulan. Namun, permasalahan mitra yang kesulitan dalam mengelola limbah hasil penyulingan minyak atsiri menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi dan nilai manfaat lebih agar UKM Shafaluna mampu memproduksi produk zero waste. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan kepada kelompok tani mengenai manfaat hidrosol sereh wangi, memberikan pelatihan pengemasan hidrosol sereh wangi kedalam kemasan, serta memberikan pelatihan pemasaran produk hidrosol sereh wangi pada marketplace dan media sosial UKM Shafaluna. Indikator tercapainya dari kegiatan penyuluhan mengenai manfaat hidrosol ini yaitu masyarakat mampu menampung hidrosol sereh wangi pada toren HDPE yang diberikan oleh penulis. Kegiatan pengabdian ini memberikan seperangkat mesin filling hidrosol kedalam kemasan kepada UKM Shafaluna dan memberikan pelatihan penggunaan mesin filling kepada anggota Kelompok Tani UKM SHafaluna. Dilakukan pelatihan penggunaan sosial media untuk memaksimalkan pemasaran hidrosol sereh wangi ke seluruh penjuru. Pengabdian masyarakat telah berjalan dengan lancar dengan hasil yang sesuai dengan indikator capaian yaitu mampu meningkatkan nilai ekonomi UKM Shafaluna. terbukti dalam 1 bulan hidrosol sereh wangi dapat terjual sebanyak 1000 L, produk hidrosol telah terjual melalui marketplace dan sosial media Shafaluna. Optimalisasi dari proses penyulingan minyak atsiri sereh wangi telah tercapai karena hidrosol telah ditampung dan telah dijual ke pasaran melalui sosial media UKM Shafaluna.
Copyrights © 2025