Sampah organik, khususnya sisa makanan, masih menjadi permasalahan utama di berbagai daerah termasuk Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Volume sampah yang tinggi berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk mengubah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti maggot kering. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok pengelola sampah organik sinergi (KOPASOS) melalui pelatihan pengolahan, pengemasan, dan pelabelan produk maggot kering sehingga dapat mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha. Metode kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) identifikasi kebutuhan mitra melalui survei dan FGD, (2) sosialisasi program dan peluang bisnis maggot, (3) pelatihan teknis pembuatan maggot kering dengan teknik sangrai serta pengemasan dan pelabelan produk, dan (4) monitoring serta evaluasi melalui observasi lapangan dan wawancara. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh bulan yaitu dari bulan Juni sampai Desember 2025. Hasil kegiatan menunjukkan Peserta pelatihan yang terlibat selama kegiatan berasal KOPASOS dan undangan dari masyarakat lainnya sebanyak 15 orang. Peserta mampu menghasilkan maggot kering dengan kadar protein kasar mencapai 47,06%, mengemas produk secara higienis, serta memahami aspek pemasaran. Hasil observasi dan wawancara secara langsung juga memperlihatkan adanya kemandirian awal dalam memproduksi dan memasarkan meskipun masih terdapat keterbatasan sarana seperti peralatan pengering dan pelabelan. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pengolahan dan pengemasan maggot kering, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan teknologi pengeringan yang efisien dan pemanfaatan pemasaran digital.
Copyrights © 2025