Strategi implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja (PDKK) Cabang Jawa Timur dievaluasi secara komprehensif, mengidentifikasi kendala kritis, serta menganalisis partisipasi anggotanya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif analitik dengan triangulasi data dari wawancara, angket, dan observasi, penelitian ini mengungkap empat peran esensial PDKK: edukator, fasilitator, motivator, dan forum komunikasi. Meskipun PDKK aktif menjalankan peran-peran ini melalui beragam program dan penyediaan sumber daya, terdapat disparitas signifikan dalam persepsi efektivitas dan relevansi di kalangan anggota. Dokter senior cenderung memiliki pandangan positif, sementara dokter muda atau yang bekerja di perusahaan kecil lebih kritis terhadap relevansi program dan frekuensi kegiatan. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya pengurus, isu komunikasi internal khususnya efektivitas grup WhatsApp yang terlalu ramai, dan relevansi program yang belum sepenuhnya spesifik dengan kebutuhan industri beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDKK perlu mengadopsi strategi yang lebih tersegmentasi, mengoptimalkan komunikasi digital, dan memperkuat advokasi eksternal untuk meningkatkan keterlibatan anggota secara menyeluruh.
Copyrights © 2025