Ketimpangan pendapatan masih menjadi permasalahan utama pembangunan ekonomi daerah, termasuk di Provinsi Jawa Timur yang memiliki disparitas ekonomi antar kabupaten/kota yang cukup tinggi. Dalam perspektif ekonomi Islam, zakat dipandang sebagai instrumen redistribusi yang berpotensi menurunkan ketimpangan pendapatan melalui mekanisme transfer kekayaan dari kelompok berpendapatan tinggi kepada kelompok berpendapatan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran zakat terhadap ketimpangan pendapatan pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan mengkombinasikan data lintas wilayah dan runtut waktu. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah ketimpangan pendapatan yang diproksikan dengan koefisien Gini, sedangkan variabel independen utama adalah zakat, serta memasukkan sejumlah variabel kontrol ekonomi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara simultan, semua variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Selanjutnya zakat memiliki peran dalam memengaruhi tingkat ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota. Temuan ini mengindikasikan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial-ekonomi yang relevan dalam mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan zakat di tingkat daerah menjadi penting sebagai bagian dari upaya pengurangan ketimpangan pendapatan dan pembangunan ekonomi yang inklusif.
Copyrights © 2026