Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan implementasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam pembelajaran matematika di Indonesia dan Tiongkok. Studi ini dilatarbelakangi tuntutan pendidikan abad ke-21 serta rendahnya pemerataan kualitas penerapan STEM di Indonesia dan perbedaan kesiapan ekosistem pendidikan kedua negara. Selain itu, kajian komparatif sistematis yang secara khusus membahas implementasi STEM pada pembelajaran matematika lintas negara masih terbatas. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Google Scholar dan Scopus terhadap publikasi tahun 2021 sampai 2025. Sebanyak 534 artikel diidentifikasi dan diseleksi melalui tahapan penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta telaah teks penuh hingga diperoleh 12 artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia dan Tiongkok sama-sama menerapkan pembelajaran matematika berbasis STEM melalui strategi aktif seperti eksperimen, proyek, diskusi, dan pemecahan masalah kontekstual. Perbedaan utama terletak pada sistem pendukung implementasi. Indonesia masih bergantung pada inisiatif guru dengan keterbatasan fasilitas dan variasi kompetensi, sedangkan Tiongkok didukung kebijakan nasional, kurikulum terintegrasi, dan pengembangan profesional guru yang sistematis. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi guru, konsistensi kebijakan, dan pemerataan akses teknologi merupakan kunci peningkatan mutu pembelajaran matematika berbasis STEM di Indonesia pada jenjang pendidikan dasar dan menengah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026