Perkembangan pesat dalam teknologi Generative AI berbasis teks melalui model seperti ChatGPT membawa dampak yang signifikan di berbagai sektor. Namun, penerapan teknologi ini juga memunculkan tantangan etika yang mendalam, khususnya terkait dengan transparansi, keadilan, akuntabilitas, dan pengelolaan bias algoritmik. Artikel ini mengkaji secara kritis penerapan kebijakan etika dalam desain dan pengembangan ChatGPT, dengan fokus pada prinsip-prinsip etika fundamental seperti keadilan, non-diskriminasi, dan transparansi. Metode analisis yang digunakan dalam artikel ini adala Ex Post Facto, dimana analisis dilakukan setelah peristiwa atau kebijakan diterapkan, guna menilai dampaknya terhadap pengelolaan bias algoritmik dan risiko disinformasi. Pendekatan etika normative juga diterapkan untuk mengevaluasi sejau mana kebijakan diterapkan oleh OpenAI sejalan dengan nilai-nilai keadilan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan besar yang dihadapi oleh pengembang dalam memastikan bahwa Generative AI dapat digunakan secara adil dan bertanggung jawab. Selain itu, artikel ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan AI, guna menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan dapat dipertanggungjawabkan. Keunikan artikel ini terletak pada analisis mendalam terhadap kebijakan etika yang diterapkan oleh OpenAI, serta focus pada prinsip-prinsip etika fundamental dalam konteks pengembangan Generative AI, yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Kesimpulannya, keberhasilan AI yang etis bergantung pada penerapan kebijakan yang komprehensif dan sistematis, yang tidak hanya efisien secara teknis tetapi juga menghormati nilai-nilai sosial dan hak-hak individu. A critical analysis of Ethical Policies and Practices at ChatGPT The rapid advancement of text-based Generative AI technologies through models such as ChatGPT has had a significant impact across various sectors. However, the adoption of this technology also raises profound ethical challenges, particularly with regard to transparency, fairness, accountability, and the management of algorithmic bias. This article critically examines the implementation of ethical policies in the design and development of ChatGPT, with a focus on fundamental ethical principles such as fairness, non-discrimination, and transparency. The analytical method employed in this study is an ex post facto approach, in which analysis is conducted after the implementation of events or policies to assess their impact on the management of algorithmic bias and the risks of misinformation. A normative ethical approach is also applied to evaluate the extent to which OpenAI’s policies align with principles of justice. This study identifies major challenges faced by developers in ensuring that Generative AI is used fairly and responsibly. In addition, the article offers recommendations to enhance transparency and accountability in AI deployment in order to foster a more inclusive and accountable ecosystem. The novelty of this article lies in its in-depth analysis of the ethical policies implemented by OpenAI and its focus on fundamental ethical principles in the context of Generative AI development, an area that has received limited attention in prior research. In conclusion, the success of ethical AI depends on the implementation of comprehensive and systematic policies that are not only technically efficient but also respectful of social values and individual rights.
Copyrights © 2025