Kemajuan teknologi informasi telah menghadirkan tantangan baru bagi pertahanan nasional, khususnya di domain siber. Big Data menjadi instrumen strategis yang memungkinkan militer memproses data dalam jumlah besar secara real-time untuk mendukung deteksi dini ancaman, perumusan strategi, serta pengambilan keputusan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Big Data dalam perumusan strategi keamanan siber militer di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka dari jurnal akademik, laporan kebijakan, dan doktrin pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Data berkontribusi pada lima aspek utama: deteksi dini ancaman siber, optimalisasi strategi pertahanan, penguatan intelijen siber, efisiensi manajemen sumber daya, dan peningkatan daya tangkal. Selain itu, implementasi Big Data selaras dengan doktrin pertahanan Indonesia, khususnya Asta Gatra dan Sistem Pertahanan Semesta, yang menekankan penguasaan teknologi informasi dalam menjaga kedaulatan negara. Namun, tantangan masih muncul terkait keterbatasan personel terampil, infrastruktur teknologi, serta risiko keamanan data. Studi ini merekomendasikan penguatan regulasi, pembangunan pusat data militer, peningkatan kompetensi personel, serta promosi integrasi lintas domain untuk memperkuat kemandirian pertahanan digital Indonesia. Dengan demikian, Big Data tidak hanya dipandang sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai pilar utama strategi keamanan siber dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Copyrights © 2025