cover
Contact Name
Frangky Silitonga
Contact Email
frangkyka@gmail.com
Phone
+6281359161998
Journal Mail Official
prodinikelektronikahan@akmil.ac.id
Editorial Address
Kampus Akademi Militer Jalan Gatot Subroto Jurangombo Selatan Magelang Selatan, Seneng Satu, Banyurojo, Kec. Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56172
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Elektrosista
ISSN : 23547324     EISSN : 29630436     DOI : -
Jurnal Elektrosista ini diterbitkan oleh PPM Sdirjianbang Akademi Militer dan dikelolah secara profesional oleh Program Studi Teknik Elektronika Pertahanan Akmil . Jurnal Elektrosista ini adalah wadah yang akan mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan para Praktisi, Dosen dan Taruna. Adapun yang menjadi scope dan fokus publikasi dari Jurnal Ektrosista adalah Ilmu Elektro, Telekomunikasi, Sistem Kontrol , Elektronika Arus Lemah, Elektronika Arus Kuat, Ilmu Informatika (Komputer, Web Design, Jaringan Komputer, Desain Program Aplikasi, Kecerdasan Buatan), Kepemimpinan Militer, Teknologi Alat Utama Sistem Persenjataan, Ilmu Pertahanan, dan Ketahanan Nasional.
Articles 55 Documents
RANCANG BANGUN PENGOLAHAN CITRA MEMANFAATKAN WEBCAM SEBAGAI SENSOR PADA ALAT PENGHITUNG PULL UP Budi Harijanto; Agustina Dwi M.P.
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.854 KB)

Abstract

Tes kesegaran jasmani prajurit TNI AD dibagi menjadi dua bagian yaitu kesegaran jasmani A dan B. Kesegaran jasmani A untuk pria dan wanita yaitu lari 3200 meter dan kesegaran jasmani B untuk pria yaitu pull up, sit up, push up dan shuttle run sedangkan untuk wanita yaitu chinning, modifikasi sit up, modifikasi push up dan shuttle run. Pada penulisan tugas akhir penulis membahas kesegaran jasmani B untuk pria yaitu pull up. Penilaian gerakan pull up yang selama ini masih dilakukan masih secara manual yaitu menggunakan salah satu personil dari tim jasmani militer untuk melakukan penilaian. Hal ini yang sering menimbulkan tingkat objektifitas dalam proses penilaian kurang, karena tiap-tiap personil dari tim jasmani militer mempunyai toleransi yang berbeda-beda. Tugas akhir ini akan membahas rancang bangun alat penghitung pull up memanfaatkan webcam sebagai sensor dengan pengolahan citra. Tujuan penelitian adalah diharapkan dalam proses penilaian gerakan pull up akan lebih objektif dan lebih efisien karena dilakukan secara otomatis. Untuk membuat sistem dan tampilan tersebut akan digunakan software Delphi dan data dari hasil penilaian gerakan pull up kemudian akan disimpan pada database yang sudah disediakan yaitu dengan menggunakan Microsoft Acces.  
ALAT PENGACAK GELOMBANG FREKUENSI UHF PADA RADIO HT Muchammad Hifni; Endro Purnomo
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.61 KB)

Abstract

Di Akademi Militer, alat komunikasi berupa Radio HT sangat berguna dan bermanfaat sekali pada saat berkomunikasi antar sesama rekan,atasan atau bahkan pada saat latihan. Oleh karena itu HT menjadi sangat rentan terhadap gangguan dan kerahasiaan informasi dalam hal ini pencurian sebuah informasi penting melalui HT, bisa jadi pada saat ada rapat, kunjungan tamu negara yang datang ke Akademi militer ini menjadi tidak kondusif karena adanya pembajakan rangkaian kegiatan oleh orang tidak bertanggung jawab, agar informasi yang disampaikan melalui HT tersebut aman dan tidak jatuh di tangan orang lain, penulis berinisiatif menciptakan alat pengacak gelombang frekuensi UHF pada radio HT yang berguna untuk mengamankan atau mematikan sistem alat komunikasi HT untuk sementara pada saat terjadi sebuah rapat atau kunjungan tamu negara serta dapat digunakan untuk perang elektronika. Keunggulan dari alat ini adalah dapat mematikan secara sementara alat komunikasi yang menggunakan gelombang Frekuensi UHF sebagai penghantar pesan (half duplek). Alat komunikasi radio sangat rentan dengan gangguan dan kerahasiaan suatu pesan, melihat potensi akan adanya perang elektronika yang semakin mendunia.
SISTEM PENGAMANAN ROBOT PENGINTAI MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA16 Muhammad Baidlowi; Feri Annur Styawan
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.036 KB)

Abstract

Bagi  para aparatur TNI sebuah robot merupakan hal yang langka. Oleh karena itu pembuatan “Robot Pengintai” sangatlah berguna bagi aparatur TNI. Karena memiliki fungsi untuk membantu para aparatur TNI dalam mendeteksi keberadaan musuh baik pada siang maupun malam hari melalui kamera yang terpasang pada robot pengintai tersebut, selain itu Robot Pengintai ini dapat membantu aparatur TNI  untuk menyerang musuh menggunakan laser melalui kendali jarak jauh, serta dapat membantu aparatur TNI dalam memindahkan benda-benda berbahaya seperti bom dan benda-benda berbahaya lainnya menggunakan gripper. Akan tetapi yang jadi permasalahan adalah apabila robot tersebut direbut, sehingga kendali robot berbalik dikuasai oleh musuh. Untuk mengatasi permasalahan diatas, dalam  pembuatan robot anti teror tersebut haruslah dilengkapi dengan sistem keamanan robot yang baik, diantaranya dengan menggunakan password pada robot tersebut, yang berfungsi untuk pengamanan. Apabila hendak mengakses robot tersebut harus memasukan password terlebih dahulu, sehingga apabila musuh tidak mengetahui password pada robot, maka mereka tidak dapat mengoperasikan robot tersebut. Rancangan system pengaman ini menggunakan Mikrokontroler ATMega 16, bahasa pemrograman Basic Compiler (BASCOM), Keypad dan LCD. Keunggulan menggunakan system pengamanan pada robot adalah agar robot tidak dapat digunakan oleh musuh. Karena untuk  mengoperasikan robot tersebut diperlukan sebuah password sebagai pembuka agar sistem utama robot dapat dioperasikan.
KENDALI PNEUMATIC PADA GRIPPER ROBOT Maskatim; Muhammad Baidlowi
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.129 KB)

Abstract

Perkembangan robot dewasa ini sangatlah pesat. Robot diciptakan untuk berbagai hal sesuai fungsi dan kegunaannya. Diantara fungsi tersebut adalah untuk membantu para aparatur TNI dalam menjinakkan bom. Kita tidak dapat mengetahui gangguan atau ancaman teroris yang marak terjadi akhir ini. Terutama didalam mengetahui benda yang menurut kita asing yang sering kali digunakan oleh teroris, dengan melalui gripper yang terpasang pada robot pengintai maka robot pengintai tersebut dapat memindahkan benda-benda berbahaya seperti bom dan benda-benda lainnya menuju tempat yang lebih aman. Untuk mengatasi permasalahan di atas, dalam pembuatan robot ini harus dilengkapi dengan gripper yang berada pada tangan robot yang berfungsi sebagai pengganti tangan manusia di dalam menjinakkan bom. Pemakaian gripper ini bermanfaat dapat mengurangi korban para aparatur sehingga dapat meminimalkan cedera, dari beberapa permasalahan tersebut maka dipilih judul ”Kendali Pneumatic pada Robot”. Robot pengintai ini dikendalikan menggunakan Mikrokontroler ATMega16 dan kemudian dilanjutkan pada driver pneumatic menggunakan pneumatic sehingga pada kerja robot dapat berfungsi dengan baik.
PERAN DANTON GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI PRAJURIT DALAM PEMELIHARAAN TINGKAT 0 MERIAM 57MM S60 Asep Kusman; Supri Widodo
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.418 KB)

Abstract

Jurnal ini membahas tentang upaya Danton dalam meningkatkan motivasi prajurit dalam pemeliharaan tingkat 0 Meriam 57mm S60. Pokok permasalahan penelitian ini adalah bagaimana upaya Danton dalam meningkatkan kemampuan anggotanya untuk melaksanakan pemeliharaan tingkat 0 terhadap Alutsista Meriam 57mm S 60 di Batalyon Arhanud, dengan beberapa sub masalah, yaitu 1) Bagaimana peran Danton guna meningkatkan kemampuan Prajurit dalam pemeliharaan tingkat 0 Meriam 57mm S60 di Batalyonr, 2) Apa Kendala yang diahadapi Danton guna meningkatkan kemampuan Prajurit dalam pemeliharaan tingkat 0 Meriam 57mm S69 di Batalyon ? 3) Apa upaya yang dilakukan Danton guna meningkatkan kemampuan Prajurit dalam pemeliharaan tingkat 0 Meriam 57mm S60 di Batalyon Arhanud. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berlokasi di markas Batalyon. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan psikologi dan pendekatan bimbingan. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Potret Batalyon Arhanud bertempat di Semarang yang merupakan kota besar yang terletak di Jawa Tengah. Adapun upaya pemeliharaan yang dapat dilakukan oleh unit tersebut adalah pemeliharaan tingkat 0 yang merupakan pemeliharaan paling dasar. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu diadakan pengaturan ulang jadwal kegiatan dan anggota yang bertugas sehingga prosedur pemeliharaan  dapat berjalan dengan baik serta diharapkan agar materi atau profil Batalyon.
PERAN PERWIRA URUSAN ADMINISTRASI UMUM DALAM MENGOPTIMALKAN KORESPONDENSI ANGGOTA MENGGUNAKAN E-MILITER DI SATUAN AJENDAM V/BRAWIJAYA Fitri Faujiah; Agustina Dwi M.P.
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.911 KB)

Abstract

Ajudan Jenderal adalah salah satu korps di dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang mempunyai tugas pokok salah satunya kegiatan dalam korespondensi atau kegiatan pengiriman surat termasuk dalam kegiatan minu yang didalamnya melaksanakan pembuatan surat menyurat, jika membuat surat maka harus dibuat dengan teliti jika ada kesalahan dalam pembuatan surat maka kegiatan menjadi terhambat. Salah satunya kegiatan dalam korespondensi atau kegiatan pengiriman surat termasuk dalam kegiatan minu yang didalamnya melaksanakan pembuatan surat menyurat, jika membuat surat maka harus dibuat dengan teliti jika ada kesalahan dalam pembuatan surat maka kegiatan menjadi terhambat. Hasil observasi di ajendam V/Brawijaya proses pengiriman surat telah dilaksanakan secara modern. Tetapi, tidak semua surat bisa dikirim melalui E-militer, hanya surat-surat tertentu yang bisa dikirim melalui E-militer tergantung kapasitas file, semakin berat file semakin susah juga surat tersebut akan dikirim karena terkendala jaringan yang kurang bagus. Apabila surat tersebut diperlukan dengan cepat maka bisa dikirim melalui E-militer sebagai pendahuluan, kemudian surat yang nyata dikirim melalui caraka atau jasa pengiriman. Proses pengiriman surat seperti menggunakan pos atau caraka, sehingga memiliki kelemahan di antaranya, kurangnya kecepatan dalam mengirim informasi. Dengan perkembangan teknologi informasi terutama di bidang surat elektronik, E-militer diharapkan dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang cepat dan efektif. Dalam optimalisasi penggunaannya, Paur Minu dapat mengambil peran dengan melakukan penataran atau sosialisasi terhadap anggota, sehingga anggota dapat mengerti tentang tata cara pengiriman suratnya. Penggunaan E-Militer di kemudian hari diharapkan menjadi kebijakan utama oleh pimpinan sehingga mempermudah pekerjaan satuan Ajen TNI AD.
SISTEM PENGHITUNGAN SENJATA BERBASIS RFID DI GUDANG SENJATA AKMIL Slamet Widodo; Ahmad Nur Ahsan
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.767 KB)

Abstract

Untuk mencetak perwira TNI AD yang siap pakai, Akademi Militer memberikan berbagai macam ilmu, keahlian dan keterampilan kepada para Taruna. Salah satu materi yang diberikan kepada Taruna adalah keahlian menembak. Dalam pelaksanaan latihan, Taruna diberikan senjata secara perorangan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan untuk segala sesuatu menjadi lebih praktis dan hemat waktu sudah merambah ke segala bidang pekerjaan. Di dalam peminjaman senjata, pencatatan nomor senjata masih dilakukan secara manual sehingga kurang efektif dalam hal waktu. Untuk itu, maka perlu digunakan sebuah alat yang dapat membantu ataupun mempermudah pencatatan identitas senjata taruna Akademi Militer. Cara kerja alat tersebut ialah RFID memancarkan nomor card dan diterima oleh Receiver RFID, RFID akan mengidentifikasi nomor card RFID, untuk bisa diterima di PC dengan menggunakan interface RS-232 sebagai komunikasi serial. Pada PC dilengkapi dengan program Visual Basic sebagai pengolah data, RFID dan database untuk ditampilkan sebagai data nomor senjata, nama, dan Nomor Akademi taruna. Sistem ini akan mempermudah dan membantu proses identifikasi pemilik senjata.
SISTEM PENGONTROL GERAK SENJATA PADA ROBOT PENGINTAI BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8 Ahmad Nur Ahsan; Slamet Widodo
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.276 KB)

Abstract

Untuk membekali taruna yang nantinya akan menjadi generasi penerus kepemimpinan di TNI AD yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, Akademi Militer membekali taruna dengan ilmu-ilmu pengetahuan umum sesuai dengan kecabangan dan prodinya masing-masing. Pengetahuan yang telah didapatkan tersebut, diharapkan akan dapat diterapkan dalam pengembangan teknologi militer yang kita miliki saat ini. Dalam pelaksanaan suatu tugas, alutsista dan peralatan pendukung akan sangat berpengaruh dan menentukan keberhasilan yang dapat dicapai. Agar kita tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi militer saat ini, kita harus berusaha menguasai teknologi yang ada saat ini. Inovasi dalam penciptaan alat-alat yang dapat bermanfaat bagi kemajuan teknologi militer yang kita miliki juga sangat penting untuk diperhatikan. Dalam dunia teknologi kemiliteran saat ini, penggunaan robot sebagai pembantu dalam pelaksanaan tugas sudah banyak diterapkan. Robot-robot yang diciptakan untuk kepentingan militer tersebut memiliki beberapa fungsi dan didukung dengan komponen yang dimiliki, yang kemudian dirangkai menjadi suatu bentuk robot yang utuh dan memiliki fungsi tertentu, misalnya robot yang memiliki fungsi sebagai robot pengintai. Untuk itu, robot pengintai yang handal harus memiliki komponen yang dapat bekerja seefisien mungkin agar dapat memenuhi faktor kerahasiaan yang diperlukan dalam pemakaiannya nanti. Dalam hal ini, robot pengintai yang diciptakan harus mempunyai senjata yang dapat bergerak secara otomatis dan dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui  oleh operatornya. Sistem pengontrol gerak senjata otomatis ini akan sangat mendukung sebagai sistem perlindungan diri dan persenjataan utama yang dimiliki oleh robot pengintai. Sehingga, selama robot pengintai melakukan tugasnya, faktor  keamanan yang diperlukan oleh robot dapat dipenuhi. Sehingga tugas untuk menggantikan personil dalam melakukan pengintaian di daerah yang berbahaya dan belum dikenal dapat tercapai. Hal ini berarti penggunaan sistem pengontrol gerak senjata pada robot pengintai ini turut mendukung usaha untuk mengurangi resiko jatuhnya korban personil dalam pelaksanaan pengintaian di daerah berbahaya dan  belum dikenal.
EVALUASI USER INTERFACE DAN USER EXPERIENCE PADA APLIKASI DESKTOP E-SPT MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC EVALUATION Siahaan, Habelius Ronny Kristagus; Fahrobby Adnan; Anang Andrianto
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.823 KB) | DOI: 10.63824/jtep.v10i2.82

Abstract

SPT stands for notification letter. In the context of taxation in Indonesia, SPT refers to a notification letter that must be submitted by taxpayers to the tax authority to report income, tax payments, and other information required for tax purposes. The e-SPT Desktop Application was released by the Directorate General of Taxes with the main purpose of processing taxpayer tax return data submitted electronically. Users of the e-SPT application are all users who have taxpayers, especially MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) with a total of 9266 users. In using this system, there are several processes, namely compiling reports, then creating .csv files, and uploading them via e-filling. Based on the results of pre-research interviews with several people who work in the field of MSMEs in Pekanbaru, there are several problems in this application that tend to lead to User Interface, such as inconsistent, indistinct, and outdated colors for backgrounds, menu bars, and other elements, and there are also problems that lead to User Experience, such as naming features and usability flow on features that confuse users. Therefore, Heuristic Evaluation is used to identify user interface usability problems and can be used for redesign with 10 more focused principles. This research uses the Heuristic Evaluation method with quantitative data analysis. The preparation of instruments developed based on each Heuristic Evaluation variable and the weighting of the questionnaire based on the severity ratings scale. The sample used in the study amounted to 383 respondents with the sampling technique using simple random sampling technique. Data collected through online questionnaires. After the data is collected, data analysis can be carried out by calculating the severity ratings value from the average of each instrument or item from each Heuristic Evaluation variable.
KEPEMIMPINAN ADAPTIF YANG RELEVAN DITERAPKAN DALAM ORGANISASI TNI DI ERA VUCA: SUATU TINJAUAN LITERATUR Windy Kartika Putri Widayanti; Asep Kusman
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 10 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.842 KB) | DOI: 10.63824/jtep.v10i2.84

Abstract

This paper aims to examine adaptive leadership that is relevant to be applied in order to help TNI organizations, especially the Army, diagnose and prepare a conceptual framework to face adaptive challenges in an uncertain future, namely the VUCA (Volatile, Uncertain, Complex and Ambiguous) era. The research method used is the literature study method to explore adaptive leadership theories and practices that can potentially be applied in the Army environment. Literature database searches from various references including: books and data and research journals obtained from Scopus. The results of the analysis found that adaptive leadership is interpreted as the practice of mobilizing people to overcome difficult problems and challenges in order to bring about change in an organization. Adaptive leadership practices in New Zealand, South Africa and Indonesia have been formulated in the Adaptive Leadership Development Framework. From the Vos Viewer theme mapping, it is known that the 2012-2022 research literature study on adaptive leadership in the military is related to the topics: system, leader, study, change, challenge, practice, soldier, student and others. Furthermore, it is suggested that these topics be taken into consideration in formulating the formulation of the conceptual framework of the Adaptive Leadership Doctrine within the Indonesian Army.