Ketimpangan sosial dan ekonomi antarwilayah masih menjadi tantangan besar di Provinsi Jawa Tengah, terutama karena tingginya tingkat kemiskinan yang berdampak pada kualitas kehidupan masyarakat. Untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data, diperlukan pemetaan kondisi sosial ekonomi antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah berdasarkan indikator kemiskinan dan ketimpangan dengan menggunakan metode K-Harmonic Means . K-Harmonic Means merupakan metode pengembangan dari K-Means yang lebih stabil terhadap inisialisasi pusat kluster dan menghasilkan pengelompokan yang lebih optimal. Tahapan analisis meliputi normalisasi data, penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow , dan proses klasterisasi dengan algoritma K-Harmonic Means . Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah di Jawa Tengah dapat dimasukkan ke dalam dua klaster utama. Klaster 1 terdiri dari 26 wilayah dengan karakteristik kemiskinan dan ketimpangan yang lebih tinggi, sedangkan Klaster 2 terdiri dari 9 wilayah dengan kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih baik. Nilai Silhouette Coefisien sebesar 0.28 menunjukkan struktur klaster yang cukup baik. Hasil ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi sosial ekonomi wilayah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Copyrights © 2025