Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi orang tua dalam mengatasi tantrum belajar anak usia 5 tahun. Tantrum belajar merupakan suatu ekspresi emosi anak ketika menghadapi kesulitan atau penolakan terhadap kegiatan belajar, yang ditandai dengan menangis, merengek dan perilaku agresif lainnya. Penitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan jumlah informan 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi orang tua dalam mengatasi tantrum belajar meliputi memberikan jeda waktu ketika anak mengalami tantrum, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil inisiatif, menunjukkan ekspresi emosi secara wajar, memberikan penjelasan dan motivasi setelah anak mulai tenang, serta menanggapi anak dengan ketegasan. Bentuk tantrum yang paling sering muncul adalah menangis dan merengek, sementara penyebab yang biasanya terjadi berasal dari kesulitan memahami pelajaran dan kondisi yang kelelahan setelah banyak beraktivitas. Pembahasan menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh orang tua sejalan dengan pola pengasuhan demokratis yang menekankan keseimbangan antara ketegasan dan responsivitas, serta mendukung perkembangan regulasi emosi anak. Maka dari itu, strategi orang tua bukan hanya berperan dalam mengurangi tantrum belajar, tetapi juga dalam membentuk kemandirian dan motivasi belajar anak sejak dini.
Copyrights © 2025