Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif pada anak usia 5 tahun. Menggunakan metode penelitian dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari orang tua, pengasuh, guru, dan anak-anak melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama: (1) perubahan perilaku anak pasca perceraian, (2) faktor-faktor yang memengaruhi agresivitas, (3) pola asuh setelah perceraian, (4) peran pengasuhan tunggal dan lingkungan sekolah, serta (5) strategi intervensi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian mengganggu stabilitas emosional anak, memicu agresi seperti memukul, mendorong, dan berteriak. Pola asuh tidak konsisten dan kurang dukungan emosional memperburuk kondisi, sedangkan perhatian guru dan lingkungan sekolah terstruktur dapat mengurangi intensitasnya. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa keluarga dan sekolah harus bekerja sama untuk melakukan intervensi yang terstruktur dan terkoordinasi dalam membantu anak-anak yang mengalami perceraian orang tua, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif perceraian terhadap perkembangan sosial-emosional anak, seperti meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi, mengembangkan hubungan sosial yang sehat, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Copyrights © 2026