Pernikahan antar etnis di wilayah multikultural seperti Polewali Mandar menghadirkan dinamika adaptasi budaya yang menarik untuk dikaji karena melibatkan pertemuan nilai, praktik, dan sistem sosial yang berbeda dalam satu ruang keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk adaptasi sistem dan faktor yang memengaruhi pernikahan antar etnis serta menganalisis hubungan timbal balik dan pertukaran nilai yang terbentuk di antara pasangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 pasangan dari etnis Mandar, Bugis, Jawa, dan Toraja yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi dilakukan melalui penyesuaian tata cara perkawinan, negosiasi keluarga, integrasi simbolik, pola komunikasi, dan kompromi peran, sementara hubungan timbal balik tampak pada saling memengaruhi, peleburan nilai budaya, penggunaan simbol etnis, dan terbentuknya harmoni keluarga yang mendorong akulturasi dalam kehidupan sehari-hari. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman tentang interaksi lintas budaya dalam institusi keluarga, sedangkan secara praktis memberikan masukan bagi lembaga sosial dan pemerintah untuk merancang strategi penguatan integrasi sosial di masyarakat multietnis
Copyrights © 2026