ABSTRAK Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, terutama pada kelompok remaja yang memiliki kerentanan tinggi akibat faktor biologis, sosial, dan perilaku. Rendahnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dan perilaku seksual berisiko berkontribusi terhadap meningkatnya angka IMS serta keterlambatan dalam deteksi dini, termasuk manifestasi oral yang dapat menjadi indikator awal infeksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi mengenai “Efek Perilaku Seksual Menyimpang terhadap Manifestasi Rongga Mulut pada Anak Remaja” dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMK Al Sya’iriyah, Limpung, Batang. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest dengan melibatkan 25 peserta. Instrumen berupa kuesioner pretest dan posttest digunakan untuk mengukur perubahan pemahaman sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi, serta pemaparan materi berbasis bukti mengenai jenis perilaku seksual berisiko, mekanisme penularan IMS, serta gambaran klinis lesi rongga mulut akibat infeksi seperti HIV, sifilis, gonore, dan HPV. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata yang signifikan dari 47,5 pada pretest menjadi 98,8 pada posttest, menandakan keberhasilan intervensi dalam meningkatkan pengetahuan siswa secara substansial. Peningkatan tajam ini sejalan dengan temuan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan pemahaman dan menurunkan perilaku seksual berisiko pada remaja. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan pentingnya edukasi komprehensif dan layanan kesehatan ramah remaja sebagai langkah promotif-preventif untuk mencegah IMS serta mengenali manifestasi oral sejak dini. Program edukasi rutin direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah guna memperkuat literasi kesehatan reproduksi dan melindungi remaja dari konsekuensi perilaku seksual berisiko. Kata Kunci: Infeksi Menular Seksual (IMS), Remaja, Perilaku Seksual Berisiko Tinggi, Manifestasi Oral. ABSTRACT Sexually Transmitted Infections (STIs) pose a significant global health challenge, particularly among adolescents who are vulnerable due to biological, social, and behavioral factors. Limited reproductive health knowledge and engagement in high-risk sexual behaviors contribute to rising STI prevalence and delayed early detection, including oral manifestations that may serve as early clinical indicators. This community engagement program evaluated the effectiveness of educational intervention titled “The Effects of Deviant Sexual Behavior on Oral Manifestations in Adolescents” in improving students knowledge at SMK Al Sya’iriyah, Limpung, Batang. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was implemented involving 25 participants. Knowledge levels were assessed using structured questionnaires administered before-after the intervention. The educational session consisted of lectures, discussions, and evidence-based presentations covering high-risk sexual behaviors, STI transmission mechanisms, and oral clinical features associated with infections such as HIV, syphilis, gonorrhea, and HPV. The results demonstrated a substantial increase in the mean score from 47.5 in the pretest to 98.8 in the posttest, indicating a significant improvement in students’ understanding following the intervention. These findings align with existing evidence that school-based sexual and reproductive health education effectively enhances knowledge and reduces risky sexual behaviors among adolescents. Overall, the program highlights the importance of comprehensive and structured education, along with youth-friendly health services, as essential promotive and preventive strategies to reduce STI risk and support early recognition of oral manifestations. Routine implementation of similar educational programs in schools is recommended to strengthen reproductive health literacy and protect adolescents from the adverse consequences of high-risk sexual behavior. Keywords: Sexually Transmitted Infections, Adolescents, High-Risk Sexual Behavior, Oral Manifestations.
Copyrights © 2026