Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang ditandai dengan kegagalan pertumbuhan linier akibat kekurangan gizi jangka panjang dan infeksi berulang, Kondisi stunting tidak hanya berdampak pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat berlanjut hingga masa remaja. Usia remaja yatu 10–19 tahun merupakan periode penting dengan perubahan fisiologis, hormonal, dan metabolik. studi literatur ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis berbagai hasil penelitian yang berkaitan dengan stunting pada remaja serta potensi risiko komplikasi metabolik. Selain itu, kajian ini berupaya memeberikan gambaran mengenai sejauh mana stunting menjadi masalah gizi pada kelompok remaja serta bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi status metabolik tubuh seperti resistensi insulin, dislipidemia, anemia dan penyakit tida menluar lainnya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database scholar, PubMed, ResearchGet dengan kata kunci “stunting” “remaja” “risiko metabolik” “sindrom metabolik” “prevalensi” “Palangka raya” serta kata “and” sebagai kombinasi. Hasil penyaringan literatur didapatkan lima artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Hasil menunjukkan terbatasnya penelitian terbaru yang meninjau hubungan stunting pada remaja sebagai risiko komplikasi metabolik. Stunting pada remaja merupakan akibat kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan, komposisi tubuh, risiko metabolik, profil lipid, glukosa darah serta status mikronutrient. Temuan dari hasil ini menunjukan bahwa stunting tidak hanya mencerminkan kondisi kekurangan gizi kronis tetapi stunting dapat meningkatkan risiko komplikasi metabolik dan penyakit tidak menular pada saat dewasa, sehingga intervensi gizi adekuat pada masa remaja sangat penting untuk memperbaiki defisit pertumbuhan dan pencegahan terhadap risiko komplikasi jangka panjang.
Copyrights © 2025