Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literature: Stunting dan Risiko Komplikasi Metabolik pada Remaja: Literature Review: Stunting and Metabolic Risk Among Adolescent Basuki, Liagustri Maulisazen; Siregar, Leli Khairani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11350

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang ditandai dengan kegagalan pertumbuhan linier akibat kekurangan gizi jangka panjang dan infeksi berulang, Kondisi stunting tidak hanya berdampak pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat berlanjut hingga masa remaja. Usia remaja yatu 10–19 tahun merupakan periode penting dengan perubahan fisiologis, hormonal, dan metabolik. studi literatur ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis berbagai hasil penelitian yang berkaitan dengan stunting pada remaja serta potensi risiko komplikasi metabolik. Selain itu, kajian ini berupaya memeberikan gambaran mengenai sejauh mana stunting menjadi masalah gizi pada kelompok remaja serta bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi status metabolik tubuh seperti resistensi insulin, dislipidemia, anemia dan penyakit tida menluar lainnya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database scholar, PubMed, ResearchGet dengan kata kunci “stunting” “remaja” “risiko metabolik” “sindrom metabolik” “prevalensi” “Palangka raya” serta kata “and” sebagai kombinasi. Hasil penyaringan literatur didapatkan lima artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Hasil menunjukkan terbatasnya penelitian terbaru yang meninjau hubungan stunting pada remaja sebagai risiko komplikasi metabolik. Stunting pada remaja merupakan akibat kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan, komposisi tubuh, risiko metabolik, profil lipid, glukosa darah serta status mikronutrient. Temuan dari hasil ini menunjukan bahwa stunting tidak hanya mencerminkan kondisi kekurangan gizi kronis tetapi stunting dapat meningkatkan risiko komplikasi metabolik dan penyakit tidak menular pada saat dewasa, sehingga intervensi gizi adekuat pada masa remaja sangat penting untuk memperbaiki defisit pertumbuhan dan pencegahan terhadap risiko komplikasi jangka panjang.
Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Berbasis Labu Kuning untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita Dian Ana Mutriqah; Handayani, Rezqi; Basuki, Liagustri Maulisazen; Angelia, Savira; Siregar, Leli Khairani; Pratiwi, Vini Rima; Rahmah, Windya Nazmatur; Yuliantri, Risqika; Delvita, Devi; Astuti, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.944

Abstract

Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh asupan gizi, terutama pada masa transisi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Permasalahan stunting dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai variasi menu MPASI menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Labu kuning memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang kaya akan beta-karoten dan serat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam mengolah labu kuning menjadi MPASI yang inovatif dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi melalui ceramah interaktif serta pelatihan pembuatan menu MPASI berbasis labu kuning. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang aktif dari peserta selama mengikuti kegiatn. adanya peningkatan signifikan pada skor post-test pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang. Kesimpulannya, optimalisasi pangan lokal melalui edukasi dan pelatihan praktis merupakan langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang balita serta mencegah masalah gizi di tingkat keluarga.