Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Factors Related to the Utilization of the National Health Insurance Program (JKN) at Batang Toru Community Health Center, South Tapanuli Regency in 2019 Siregar, Leli Khairani; Nasution, Sri Lestari Ramadhani; Ginting, Johannes Bastira; Girsang, Ermi
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 2 (2021): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i2.1826

Abstract

This study aims to determine the factors associated with the use of the JKN program, namely individual characteristics (age, education, and employment), capability characteristics (availability of health workers and location accessibility), and characteristics of needs (illness perception). The populations in this study are all people who underwent health services at Batang Toru Health Center in South Tapanuli Regency with a total sample of 98 people. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Pearson Correlation test and multiple logistic regression tests. The results showed that there was a significant relationship with age (p = 0,000); education (p = 0.001); occupation (p = 0,000); availability of health workers (p = 0,000); location accessibility (p = 0,000) and pain perception (p = 0, 000) with the use of the JKN program at Batang Toru Health Center. The results of paper multivariate analysis and modeling showed that the factors that were significantly and dominantly related to the use of the JKN program at Batang Toru Health Center were the availability of health workers, location accessibility factors, and illness perception factors. Thus it was concluded that the availability of health workers, accessibility of location, and perception of pain were significantly and dominantly related to the use of the National Health Insurance (JKN) program at Batang Toru Health Center in South Tapanuli Regency in 2019 of health workers is the most dominant factor and has the biggest influence on the use of the JKN program location accessibility factors and illness perception factors.  
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA TENTANG DISMENORHEA DI KELURAHAN LUBUK RAYA TAHUN 2024 rangkuti, nur aliyah; Hasibuan, khoirunnisah -; Rangkuti, Juni Andriani; Aswan, Yulinda -; nasution, ayannur -; Siregar, Leli Khairani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1300

Abstract

Haid atau menstruasi adalah pengeluaran darah dan sel sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim perempuan secara periodik. Defenisi lain bisa juga diartikan sebagai siklus alami yang terjadi secara regular untuk mempersiapkan tubuh perempuan setiap bulannya. Rata-rata masa haid perempuan 3-8 hari dengan siklus rata-rata 28 hari pada setiap bulannya. Dan batas maksimal masa haid adalah 15 hari. Selama darah yang keluar belum melewati batas tersebut, maka darah yang keluar adalah darah haid. Bentuk kegiatan Yang dilakukan yaitu Penyuluhan pendidikan kesehatan tentang dismenorhea pada remaja. Kegiatan penyuluhan ini berlangsung selama 60 menit. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Simapil Apil yang berada di Kelurahan Lebah Lubuk Raya Kecamatan Padangssidimuan Hutarimbaru Kota Padangsidimpuan. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada remaja terkait dismenorhea. Penyuluhan berupa perkenalan, presentase materi, diskusi, tanya jawab, penutup dan foto bersama. Peserta kegiatan berjumlah 16 orang. Penyuluhan dilakukan kepada remaja yang diawali dengan pembukaan oleh moderator selama 15 menit, menyampaikan presentasi materi disampaikan langsung oleh pemateri selama 30 menit. Setelah materi di sampaikan, pemateri memberikan waktu untuk sesi diskusi, tanya-jawab selama 15 menit. Hasil pengabdian masyarakat dapat peningkatkan pengetahuan remaja khususna remaja putri tentang dismenorhea serta menyadari pentingnya penanganan yang dilakukan jika mengalami dismenorhea. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan tertib, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Desa Simapil Apil Kelurahan Lembah Lubuk Raya Kecamatan Padangssidimuan Hutarimbaru Kota Padangsidimpuan dan termasuk dalam Wilayah Kerja Puskesmas Hutarimbaru. Remaja yang mengikuti kegiatan telihat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan tentang dismenorhea. Diharapkan kepada remaja sudah mengetahui tentang yang dismenorea dan cara penanganannya sehingga bisa melakukan perawatan mandiri jika mengalami disemenorhea. Menstruation or menstruation is the release of blood and body cells from the vagina that come from the wall of the female uterus periodically. Another definition can also be interpreted as a natural cycle that occurs regularly to prepare a woman's body every month. The average menstrual period of women is 3-8 days with an average cycle of 28 days each month. And the maximum limit of the menstrual period is 15 days. As long as the blood that comes out has not crossed the limit, then the blood that comes out is menstrual blood. The form of activities carried out is health education counseling about dysmenorrhea in adolescents. This counseling activity lasted for 60 minutes. This activity is carried out in Simapil Apil Village located in Lebah Lubuk Raya Village, Padangssidimuan Hutarimbaru District, Padangsidimpuan. The purpose of this activity is to provide counseling to adolescents related to dysmenorrhea. Counseling in the form of introductions, material presentations, discussions, questions and answers, closing and group photos. There were 16 participants in the activity. Counseling was carried out to teenagers which began with an opening by the moderator for 15 minutes, delivering a presentation of material delivered directly by the speaker for 30 minutes. After the material was delivered, the speaker gave time for a discussion session, question-and-answer for 15 minutes. The results of community service can increase the knowledge of adolescents, especially young women about dysmenorrhea, and realize the importance of handling if they experience dysmenorrhea. The counseling activities carried out went well and in an orderly manner, this activity was carried out out in Simapil Apil Village located in Lebah Lubuk Raya Village, Padangssidimuan Hutarimbaru District, Padangsidimpuan. Teenagers who participated in the activity seemed enthusiastic in participating in counseling activities about dysmenorrhea. It is expected that adolescents already know about dysmenorrhea and how to handle it so that they can do independent care if they experience dysmenorrhea.
Studi Literature: Stunting dan Risiko Komplikasi Metabolik pada Remaja: Literature Review: Stunting and Metabolic Risk Among Adolescent Basuki, Liagustri Maulisazen; Siregar, Leli Khairani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11350

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang ditandai dengan kegagalan pertumbuhan linier akibat kekurangan gizi jangka panjang dan infeksi berulang, Kondisi stunting tidak hanya berdampak pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat berlanjut hingga masa remaja. Usia remaja yatu 10–19 tahun merupakan periode penting dengan perubahan fisiologis, hormonal, dan metabolik. studi literatur ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis berbagai hasil penelitian yang berkaitan dengan stunting pada remaja serta potensi risiko komplikasi metabolik. Selain itu, kajian ini berupaya memeberikan gambaran mengenai sejauh mana stunting menjadi masalah gizi pada kelompok remaja serta bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi status metabolik tubuh seperti resistensi insulin, dislipidemia, anemia dan penyakit tida menluar lainnya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dari database scholar, PubMed, ResearchGet dengan kata kunci “stunting” “remaja” “risiko metabolik” “sindrom metabolik” “prevalensi” “Palangka raya” serta kata “and” sebagai kombinasi. Hasil penyaringan literatur didapatkan lima artikel sesuai dan relevan dengan topik penelitian. Hasil menunjukkan terbatasnya penelitian terbaru yang meninjau hubungan stunting pada remaja sebagai risiko komplikasi metabolik. Stunting pada remaja merupakan akibat kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan, komposisi tubuh, risiko metabolik, profil lipid, glukosa darah serta status mikronutrient. Temuan dari hasil ini menunjukan bahwa stunting tidak hanya mencerminkan kondisi kekurangan gizi kronis tetapi stunting dapat meningkatkan risiko komplikasi metabolik dan penyakit tidak menular pada saat dewasa, sehingga intervensi gizi adekuat pada masa remaja sangat penting untuk memperbaiki defisit pertumbuhan dan pencegahan terhadap risiko komplikasi jangka panjang.
Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Berbasis Labu Kuning untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita Dian Ana Mutriqah; Handayani, Rezqi; Basuki, Liagustri Maulisazen; Angelia, Savira; Siregar, Leli Khairani; Pratiwi, Vini Rima; Rahmah, Windya Nazmatur; Yuliantri, Risqika; Delvita, Devi; Astuti, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.944

Abstract

Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh asupan gizi, terutama pada masa transisi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Permasalahan stunting dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai variasi menu MPASI menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Labu kuning memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang kaya akan beta-karoten dan serat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam mengolah labu kuning menjadi MPASI yang inovatif dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi melalui ceramah interaktif serta pelatihan pembuatan menu MPASI berbasis labu kuning. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang aktif dari peserta selama mengikuti kegiatn. adanya peningkatan signifikan pada skor post-test pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang. Kesimpulannya, optimalisasi pangan lokal melalui edukasi dan pelatihan praktis merupakan langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang balita serta mencegah masalah gizi di tingkat keluarga.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG DIABETES GESTASIONAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMARPINGGAN TAHUN 2025 Nasution, Ayannur; Rangkuti, Nur Aliyah; Rangkuti, Juni Andriani; Khairani, Leli
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 4 (2025): Vol. 1 No. 4 Desember 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i4.73

Abstract

Diabetes melitus gestasional merupakan intoleransi glukosa pada waktu kehamilan, pada wanita normal atau yang mempunyai gangguan toleransi glukosa setelah terminasi kehamilan. Keadaan ini biasa terjadi pada saat 24 minggu usia kehamilan dan sebagian penderita akan kembali normal pada setelah melahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional di Wilayah Kerja Puskesmas Simarpinggan Tahun 2025. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode deskruptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Simarpinggan Mei Tahun 2025 sebanyak 137 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu hamil sebanyak 57 orang dengan menggunakan metode accidental sampling. Analisa yang digunakan adalah univariat dengan hasil menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang diabetes gestasional berada pada pengetahuan kurang sebanyak 24 orang (42,1%). Disarankan pada ibu hamil agar lebih peduli terhadap informasi kesehatan, peka terhadap kondisi kesehatan yang dialami, serta segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan apabila dicurigai sudah terjadi diabetes gaetasional.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR Khairani, Leli; Nasution, Ayannur
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 4 (2025): Vol. 1 No. 4 Desember 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i4.77

Abstract

Perawatan tali pusat salah satu perawatan bayi baru lahir yang bertujuan untuk mencegah dan mengidentifikasi perdarahan atau infeksi secara dini. Rendahnya pengetahuan tentang perawatan tali pusat turut diduga menjadi faktor penyebab infeksi tali pusat. World Health Organization (WHO) (2019) setiap tahunnya sekitar 500.000 bayi meninggal karena tetanus neonatorum dan 460.000 meninggal akibat infeksi bakteri.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di Klinik Harapan Bunda Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2025. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskruptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas pada bulan April-Mei 2025 di Klinik Harapan Bunda Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara sebanyak 36 orang, dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang dengan menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan adalah univariat. Hasil analisa menunjukkan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir pada pengetahuan kurang sebanyak 16 orang (44,4%). Disarankan pada ibu agar lebih aktif lagi mencari informasi tentang perawatan pada bayi baru lahir dan untuk menambah pengetahuan yang banyak untuk kesiapan diri nantinya menjelang persalinan dan pengasuhan bayinya.