Abstrak Data statistik seringkali menunjukkan kontribusi laki-laki yang lebih tinggi terhadap perekonomian di tingkat keluarga dan nasional dibandingkan dengan perempuan. Pendapatan menjadi variabel utama yang menunjukkan bahwa laki-laki memiliki kontribusi yang lebih tinggi terhadap perekonomian dibandingkan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi perempuan terhadap perekonomian dan bagaimana kontribusi mereka seringkali tidak dapat diukur secara langsung dengan jumlah pendapatan. Pendekatan mixed-method diterapkan dalam penelitian ini dengan data kuantitatif menggunakan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam pada beberapa perempuan di Makassar. Penelitian ini menggunakan konsep pendekatan feminist dalam metodologi kualitatif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peran perempuan dan kontribusinya dalam ekonomi keluarga lebih tinggi daripada laki-laki meskipun terkadang kontribusi tersebut tidak dapat diukur menggunakan statistik atau pengukuran ekonomi secara umum. Perempuan memainkan peran penting dalam produksi rumah tangga melalui pekerjaan mereka yang seringnya tidak berbayar (unpaid works) untuk mendukung kesejahteraan keluarga, termasuk mengasuh anak, mengasuh orang tua, pekerjaan rumah tangga, dan menyiapkan makanan. Dampak ekonomi dunia dari tenaga kerja yang tidak dibayar telah diukur, namun tidak ada data yang menggambarkan situasi tersebut di Indonesia. Lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk menganalisis dampak pekerjaan tidak berbayar terhadap kesejahteraan perempuan dan strategi untuk memperkuat peran mereka dalam ekonomi keluarga. Kata kunci: Ekonomi Keluarga, Kontribusi, Pekerjaan Tidak Berbayar, Perempuan. [Statistics in Indonesia often show a higher contribution of men to the economy at the family and national level compared to women. Incomes become the primary variable indicating that men have higher contributions to the economy than women. This article aims to examine women's contribution to the economy and how their contribution often cannot be measured directly with their amount of income. A mixed method approach was applied in this study with quantitative data using data from National Labour Force Survey and qualitative approach in Makassar. This study employs a feminist approach within the framework of qualitative methodology. Findings showed that the role of women and their contribution in the family economy are higher than men although sometimes the contribution cannot be examined using statistics or general economic measurements. Women play an integral role in household production through their work in unpaid work to support family well-being, including child rearing, eldercare, housework, and food preparation. The worldwide economic impact of unpaid labour has been measured, but there is no data that describe the situation in Indonesia. This study suggests more research to investigate the impact of unpaid work to women’s well-being and strategies to strengthen their roles within the family economy. Keyword: Contribution, Family Economy, Unpaid Care Work, Women.]
Copyrights © 2025