Penelitian ini mengeksplorasi kisah Nabi Yusuf as yang mengisyaratkan kejadian konflik keluarga. Tujuannya, menemukan sumber nilai Qur’ani dalam pembentukan ketahanan anak yang terlibat konflik keluarga. Penelitian ini berjenis kualitatif kepustakaan, data primer yang digunakan adalah Al-Qur’an, dan data sekunder berupa kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah. Data-data yang diperoleh, diolah dan dianalisis menggunakan metode tafsir maudhui dengan pendekatan maqasid al-syari’ah. Temuan penelitian, fragmentasi kisah Nabi Yusuf as. menggambarkan adanya konflik keluarga yang melibatkan anak, dimulai dari cerita mimpi Nabi Yusuf as. kepada ayahnya, hingga terjadinya berbagai peristiwa tragis yang dialaminya; dijerumuskan ke dasar sumur, dijual sebagai budak oleh kafilah, difitnah melakukan pelecehan, serta diancam masuk penjara. Penelitian ini menyimpulkan, ketahanan anak dalam konflik keluarga diperoleh melalui upaya membangkitkan kekuatan diri (keyakinan pada Allah Swt, kepercayaan diri, dan optimisme), pemberian dukungan orang lain, menguatkan regulasi diri dan self-efficacy. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada aspek analisis deskriptif dari data yang terbatas. Maka, diharapkan adanya studi lanjutan dengan cakupan data yang lebih banyak, terutama data yang bersifat lapangan.
Copyrights © 2025