Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PRAKTIK PEMENUHAN HAK AKSES KEAGAMAAN PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK BERDASARKAN KONSEP AHLIYYAH Hikam, Ahmad Bahrul; Anshori, Muh
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 8 No 1 (2025): Syar'ie
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v8i1.749

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan konsep ahliyyah yang digunakan sebagai dasar untuk memenuhi hak penyandang disabilitas sensorik pada ranah kewajiban keagamaan. Dalam kajian fiqih Islam, penyandang disabilitas sensorik dianggap memiliki hak untuk menjalankan kewajiban keagamaan, sama seperti mereka yang normal (tidak menyandang disabilitas). Penelitian ini berjenis library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil data-data dari buku, jurnal, kitab fiqih, dan lainnya yang memiliki korelasi dengan pembahasan. Tulisan ini menemukan bahwa konsep ahliyyah berimplikasi pada pemberian rukhshah (keringanan) terhadap penyandang disabilitas sensorik dalam menjalankan kewajiban keagamaan mereka. Dalam implementasinya, rukhshah (keringanan) tersebut diwujudkan dalam bentuk mengakomodasi masyaqqah (kesulitan) yang dialami dan dengan memperluas kaedah rukhshah (keringanan) untuk mengakomodasi al-hajjah (kebutuhan) mereka. Aplikasi dari strategi ini menghasilkan kemampuan dan kecakapan penyandang tuna rungu untuk menjadi imam shalat dengan akses alat gyroscope bracelet, penyandang tuna netra dapat mengkaji Al-Qur'an dengan akses mushaf Braille, mampu pergi ke masjid dan mengikuti shalat berjamaah dengan akses GPS smartphone atau guiding dog, penyandang tuna wicara dapat berdakwah melalui penerjemah bahasa isyarat, penyandang tuna rungu-wicara dapat memperoleh pengetahuan agama dengan akses running teks khutbah, dan lainnya.
STRATEGI PEMULIHAN EKONOMI UNTUK MENJAGA KETAHANAN PANGAN DI MASA PACEKLIK (KAJIAN SURAT YUSUF/12: 47-49) Makfud, Ali; Anshori, Muh; Suliyono, Suliyono
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 8 No 2 (2025): Syar'ie
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v8i2.803

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui krisis ekonomi yang dialami negeri Mesir pada masa Yusuf as dan berbagai upaya yang dilakukannya dalam mengatasi dampak krisis dan memulihkan ekonominya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data-data yang digunakan bersumber dari literatur-literatur kepustakaan yang memiliki topik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tafsir maudhu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rakyat Mesir saat itu mampu bertahan dalam situasi krisis ekonomi selama tujuh tahun. Berbagai program pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh Yusuf as adalah: 1) melakukan mitigasi bencana atau krisis, 2) Melaksanakan program-program strategis seperti meningkatkan kapasitas produksi, menjaga stabilitas harga, menyimpan stok bahan makanan, mengendalikan konsumsi masyarakat, dan menegakkan supremasi hukum. Hal ini dapat menjadi referensi bagi pemimpin yang bertanggung jawab dalam menangani krisis ekonomi yang dialami suatu negeri.
PEMASARAN SYARIAH DALAM PERSPEKTIF HADITS DAN APLIKASINYA PADA PERBANKAN SYARIAH Arifin, Mohamad Zaenal; Suliyono, Suliyono; Anshori, Muh
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 5 No 2 (2022): Madani Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v5i2.382

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi muatan hadits yang membicarakan tentang aspek etika dan moral pemasaran syariah. Sebagai sebuah kegiatan ekonomi, pemasaran syariah memiliki karakteristik berbeda dengan pemasaran konvensional. Hal ini tidak terlepas dari sifat yang melekat pada pemasaran syariah berupa rabbaniyyah, etis, realitas, dan humanistis. Tulisan ini merupakan library research dimana sumber data diambilkan dari buku, kitab hadits, dan lainnya. Seluruh data dideskripsikan dan dianalisis menjadi sebuah pembahasan yang sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Rasulullah Saw mengajarkan kegiatan pemasaran syariah yang dilakukan -mulai dari proses penciptaan/produksi, penawaran, distribusi, maupun proses perubahan nilai (value) tidak boleh mengandung hal-hal yang bertentangan dengan etika dan prinsip-prinsip muamalah yang Islami. Hal-hal yang harus melandasi pemasaran syariah adalah 1) Menjadi kegiatan ekonomi yang berniali ibadah kepada Allah Swt; 2) Mempromosikan suatu produk sesuai fakta; 3) Bersaing secara sehat dengan kompetitor; 4) Tidak menggunakan cara yang menipu atau manipulasi dalam menawarkan produk, seperti display produk yang tidak sesuai dengan faktual produk, mengurangi timbangan, dan sumpah palsu atau bombastis. Begitu pula, seorang syariah marketer mesti memiliki kepribadian religius, berperilaku baik dan simpatik, bersikap adil dalam bisnis; memiliki kerendahan hati dalam melayani konsumen, selalu menepati janji dalam transaksi, berprilaku jujur dan amanah, tidak mudah berburuk sangka dan menjelekkan konsumen maupun mitra bisnis, dan tidak melakukan suap menyuap. Diharapkan semua hal ini menjadikan pemasaran syariah menjadi kegiatan yang memberikan keberkahan rezeki, memberikan kepuasan pada konsumen, terciptanya mekanisme pasar yang sehat, terwujudnya keadilan ekonomi, dan terpenuhinya kebutuhan pasar secara baik.
KONSUMSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Anshori, Muh; Tahliani, Hani; Renaldi, Rizal
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 6 No 2 (2023): Syar'ie
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v6i2.542

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengupas tentang dasar, prilaku, dan prinsip konsumsi menurut pandangan Islam. Aktivitas konsumsi merupakan kebutuhan bagi setiap orang yang memerlukan aturan agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dimana sumber data diambilkan dari buku, kitab hadits, dan lainnya. Seluruh data dideskripsikan dan dianalisis menjadi sebuah pembahasan yang sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Islam mengatur aktivitas konsumsi agar dilakukan dengan berlandaskan nilai-nilai spiritualisme, memanfaatkan nikmat dan karunia Allah Swt secara adil dan seimbang sesuai dengan prinsip syari'ah, menghilangkan perilaku berlebihan dan materialistik. Terdapat lima prinsip konsumsi dalam Islam yang harus diikuti oleh setiap muslim, yaitu: prinsip keadilan, kebersihan, kesederhanaan, kemurahan hati, dan moralitas.
Ketahanan Anak dalam Konflik Keluarga: Analisis Tafsir Maqasidi pada Kisah Nabi Yusuf as Arifin, Mohamad Zaenal; Anshori, Muh; Ghofur, Abdul
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2025): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/aeag5m30

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kisah Nabi Yusuf as yang mengisyaratkan kejadian konflik keluarga. Tujuannya, menemukan sumber nilai Qur’ani dalam pembentukan ketahanan anak yang terlibat konflik keluarga. Penelitian ini berjenis kualitatif kepustakaan, data primer yang digunakan adalah Al-Qur’an, dan data sekunder berupa kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah. Data-data yang diperoleh, diolah dan dianalisis menggunakan metode tafsir maudhui dengan pendekatan maqasid al-syari’ah. Temuan penelitian, fragmentasi kisah Nabi Yusuf as. menggambarkan adanya konflik keluarga yang melibatkan anak, dimulai dari cerita mimpi Nabi Yusuf as. kepada ayahnya, hingga terjadinya berbagai peristiwa tragis yang dialaminya; dijerumuskan ke dasar sumur, dijual sebagai budak oleh kafilah, difitnah melakukan pelecehan, serta diancam masuk penjara. Penelitian ini menyimpulkan, ketahanan anak dalam konflik keluarga diperoleh melalui upaya membangkitkan kekuatan diri (keyakinan pada Allah Swt, kepercayaan diri, dan optimisme), pemberian dukungan orang lain, menguatkan regulasi diri dan self-efficacy. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada aspek analisis deskriptif dari data yang terbatas. Maka, diharapkan adanya studi lanjutan dengan cakupan data yang lebih banyak, terutama data yang bersifat lapangan.
NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KISAH IBNU UMMI MAKTUM Anshori, Muh; Ghofur, Abdul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v6i1.876

Abstract

QS ‘Abasa (80: 1–10) menjadi salah satu ayat kunci dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang inklusif dan humanis. Narasi turunnya ayat yang melibatkan sosok sahabat tunanetra, Ibnu Ummi Maktum, memperlihatkan koreksi Ilahi terhadap pola dakwah yang dipengaruhi hierarki sosial pada masa awal Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam QS ‘Abasa dengan meninjau penafsiran klasik dan kontemporer, serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam modern. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis tematik, kajian ini menemukan bahwa QS ‘Abasa memuat sejumlah nilai pendidikan utama, antara lain nilai inklusivitas dan kesetaraan sosial, nilai hak akses terhadap pendidikan agama, nilai keteladanan nabi dalam menerima koreksi, nilai penghormatan terhadap martabat penyandang disabilitas, dan nilai relevansi pendidikan Islam di era modern. Temuan ini menunjukkan bahwa QS ‘Abasa bukan sekadar teks historis, tetapi landasan normatif bagi pembentukan pendidikan Islam adaptif yang menjunjung martabat manusia tanpa memandang kondisi fisik atau status sosial. Dengan demikian, nilai-nilai yang dihadirkan ayat ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan, kurikulum, dan praktik pendidikan keagamaan yang lebih setara dan transformatif.