Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Vol 9, No 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya

Kesantunan Berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam Terjemah Al-Qur’an

Aziz*, Ikhsan Abdul (Unknown)
Ristiani, Iis (Unknown)
Hasanah, Aan (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Jan 2026

Abstract

This article will describe the politeness of the Prophet Moses (peace be upon him) in the translation of Surah Taha, verses 43–56 of the Qur'an. The approach used is descriptive qualitative, using Leech's theory of politeness. The research instrument used six maxims of politeness. Data were collected through a study of translated texts of the Qur'an. The results show that the politeness of the Prophet Moses' dialogue reflects a communication practice full of submission, gentleness, and wisdom. The six maxims of politeness appear in various forms of speech, such as humble requests, gentle commands, and greetings containing respect. These findings were then used as the basis for developing teaching materials for 11th-grade students that are deemed appropriate, applicable, and capable of shaping students' language character, particularly in delivering lectures. This study recommends that the values of politeness in the stories of the prophets can be used as a reference in the development of Indonesian language teaching materials, to support meaningful, contextual, and character-based learning.Keywords: teaching materials; language; politeness; Prophet Moses Abstrak Artikel ini akan mendeskripsikan kesantunan berbahasa Nabi Musa Alaihi Salam dalam terjemahan Al-Qur’an Surah Taha ayat 43–56. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori kesantunan dari Leech. Instrumen penelitian menggunakan enam prinsip maksim kesantunan. Data dikumpulkan melalui kajian teks terjemah Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dalam dialog Nabi Musa mencerminkan praktik komunikasi yang penuh ketundukan, kelembutan, dan kebijaksanaan. Keenam maksim kesantunan muncul dalam berbagai bentuk tuturan, seperti permohonan yang merendah, perintah yang lembut, dan sapaan yang mengandung penghormatan. Temuan ini kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan bahan ajar siswa kelas XI yang dipandang layak, aplikatif, dan mampu membentuk karakter siswa dalam berbahasa, khususnya dalam menyampaikan ceramah. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai kesantunan dalam kisah para nabi dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia, guna mendukung pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berbasis karakter.Kata Kunci: bahan ajar; berbahasa; kesantunan; Nabi Musa

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

dinamika

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to ...