Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Aceh, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi dan upaya yang dilakukan pimpinan dalam mengoptimalkan kinerja aparatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Aceh telah menjalankan peran kepemimpinan secara efektif, khususnya sebagai figurehead dan leader dalam memberikan motivasi, melakukan pengawasan, pendelegasian tugas, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan pegawai. Kepemimpinan yang diterapkan terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi kerja, kedisiplinan, dan efektivitas kinerja pegawai. Namun demikian, masih ditemukan beberapa hambatan yang memengaruhi kinerja pegawai, antara lain perbedaan latar belakang pendidikan, ketidaksamaan pemahaman dalam pelaksanaan tugas, serta faktor eksternal berupa permasalahan ekonomi pribadi pegawai. Untuk mengatasi hambatan tersebut, pimpinan melakukan berbagai upaya strategis, seperti memperkuat komunikasi kerja, menerapkan penilaian kinerja yang objektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kompetensi pegawai melalui program pelatihan dan pengembangan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong peningkatan kinerja pegawai, sehingga diperlukan penguatan kolaborasi, pendelegasian, dan pembinaan berkelanjutan guna mencapai kinerja organisasi yang optimal.
Copyrights © 2025