Studi ini menyelidiki kesiapan empat desa pedesaan Bali — Banjarasem, Blimbingsari, Bongan, dan Bantas — untuk mengadopsi praktik bisnis hijau, khususnya di sektor pariwisata dan energi. Tujuan utamanya adalah untuk menilai persepsi lokal, struktur ekonomi, permintaan energi, dan hambatan yang ada untuk pembangunan berkelanjutan. Memanfaatkan data survei di tingkat masyarakat, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk mengumpulkan wawasan tentang keadaan desa saat ini dan potensi masa depan. Hasilnya mengungkapkan minat masyarakat yang signifikan pada energi terbarukan, khususnya panel surya (PV), di samping meningkatnya kesadaran akan peluang pariwisata hijau.Hambatan kritis yang diidentifikasi termasuk kendala keuangan dan kurangnya pengetahuan yang komprehensif mengenai model bisnis hijau. Sebagai kesimpulan, meskipun ada beberapa kepentingan dasar, mengatasi hambatan ekonomi dan pendidikan ini sangat penting untuk keberhasilan integrasi bisnis hijau. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan penilaian terperinci tentang lanskap bisnis hijau pedesaan Bali, menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pembuat kebijakan untuk mengembangkan intervensi yang ditargetkan, insentif keuangan, dan program pendidikan yang selaras dengan kondisi sosial-ekonomi lokal dan tujuan lingkungan, sehingga mendorong pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2025