Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pola kerja dan pengelolaan sumber daya manusia. Transformasi ini berdampak pada munculnya budaya kerja digital serta perubahan cara karyawan, khususnya Generasi Z, memaknai dan menjalankan aktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Persepsi Generasi Z terhadap Budaya Kerja Digital dan Kinerja dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner berbasis skala Likert. Responden penelitian berjumlah 100 orang dari Generasi Z yang telah bekerja dan berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Data dianalisis dengan uji statistik deskriptif dan analisis regresi linear sederhana menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Generasi Z berpengaruh positif dan signifikan terhadap Budaya Kerja Digital. Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi positif terhadap teknologi, fleksibilitas kerja, dan sistem kerja digital mendorong terbentuknya kebiasaan kerja berbasis digital dalam organisasi. Selain itu, Persepsi Generasi Z juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Manajemen Sumber Daya Manusia, dengan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan terhadap budaya kerja digital. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi individu memiliki dampak langsung terhadap produktivitas, kualitas hasil kerja, dan kemampuan adaptasi dalam lingkungan kerja digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi pengelolaan karyawan Generasi Z di era digital.
Copyrights © 2025