Malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control study, melibatkan responden positif malaria sebagai kelompok kasus dan responden negatif malaria sebagai kelompok kontrol. Data primer diperoleh melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan sekitar rumah (p = 0,196), kondisi fisik rumah (p = 0,053), serta perilaku pencegahan malaria (p = 0,396) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian malaria (p > 0,05). Karakteristik responden menunjukkan sebagian besar berusia 26–35 tahun (28,1%), berjenis kelamin perempuan (54,6%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (34,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan, kondisi fisik rumah, dan perilaku pencegahan tidak terbukti sebagai faktor risiko pada wilayah penelitian, sehingga kemungkinan terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap penularan malaria di Desa Bagan Kuala.
Copyrights © 2026