Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep geometri yang terkandung dalam warisan budaya Papua dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran matematika. Fokus utama penelitian ini adalah pada tiga warisan budaya Papua, yaitu rumah Adat Honai, Mahkota Papua, dan Tifa. Ketiga artefak budaya ini tidak hanya memiliki nilai budaya yang mendalam, tetapi juga mengandung prinsip-prinsip geometri yang relevan untuk pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang melibatkan observasi dan dokumentasi langsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak GeoGebra untuk memvisualisasikan dan menganalisis bentuk geometri dalam warisan budaya tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap warisan budaya Papua mengandung prinsip-prinsip geometri yang dapat dijadikan contoh dalam pembelajaran matematika, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran etnomatematika. Rumah Adat Honai, dengan alas berbentuk lingkaran, tubuh berbentuk tabung, dan atap berbentuk kerucut, mencerminkan penerapan geometri yang stabil dan efisien. Mahkota Papua, dengan dasar setengah lingkaran dan hiasan yang mengandung prinsip rotasi, refleksi dan dilatasi, menunjukkan penerapan geometri yang simetris dan harmonis. Tifa, yang berbentuk silinder atau tabung dengan elemen geometri berupa lingkaran pada bagian atas dan hiasan tali berbentuk segitiga sama kaki, segitiga sama sisi serta layang-layang, juga mencerminkan penerapan prinsip geometri yang signifikan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut terkait penerapan GeoGebra dalam pembelajaran etnomatematika dan pengembangan e-LKPD berbasis etnomatematika yang mengangkat warisan budaya Papua. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran matematika dapat menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan budaya lokal, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna bagi siswa.
Copyrights © 2026