Penelitian ini mengkaji kolaborasi antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menciptakan harmoni multikultural di Desa Kadipiro, sebagai upaya menciptakan kemajuan sosial dan keberagaman Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman, motivasi, serta dinamika kolaborasi kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam kolaborasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Muhammadiyah dan NU di Desa Kadipiro terwujud dalam tiga bentuk utama: kegiatan sosial dan kemanusiaan, pendidikan berbasis toleransi, dan kegiatan keagamaan bersama. Kolaborasi ini menghadapi tantangan berupa perbedaan tradisi keagamaan, seperti praktik tahlilan dan ziarah kubur, namun tetap memberikan dampak positif, terutama dalam memperkuat solidaritas sosial dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan bersama. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan ruang dialog yang lebih mendalam untuk memperkuat pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan tradisi keagamaan. Dengan demikian, kolaborasi ini menjadi model yang relevan untuk menciptakan harmoni multikultural di komunitas lokal.
Copyrights © 2025