Penelitian ini menganalisis transformasi budaya dan identitas dari nilai-nilai sakral menjadi nilai-nilai simbolik dalam konteks masyarakat konsumtif di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang disertai analisis antropologis dan refleksi budaya, penelitian ini mengidentifikasi pergeseran mendasar dalam sistem makna sosial, di mana nilai-nilai spiritual dan komunal semakin tergeser oleh logika citra konsumen, gaya hidup, dan status. Proses komodifikasi, medialisasi, dan individualisasi digambarkan sebagai mekanisme kunci yang membentuk identitas subjek modern, yang cenderung rapuh secara spiritual. Dalam konteks Indonesia, fenomena ini terlihat pada perubahan fungsi simbol-simbol budaya, ritual, dan praktik keagamaan, yang kini lebih berorientasi pada representasi sosial daripada kedalaman makna intrinsiknya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa memudarnya dimensi sakral tidak hanya memicu krisis identitas dan makna dalam kehidupan, tetapi juga secara paradoks membuka ruang bagi munculnya bentuk baru spiritualitas budaya. Oleh karena itu, artikel ini mengusulkan perlunya resakralisasi simbolik, suatu gerakan reflektif, untuk mengembalikan kedalaman makna ke dalam simbol-simbol budaya konsumen sebagai jalan untuk pemulihan identitas di tengah arus cepat globalisasi.
Copyrights © 2025