Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana representasi hiperrealitas dan kehampaan makna dimanifestasikan dalam novel tersebut melalui perspektif teori simulakra Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis teks dan pembacaan kritis yang dikontekstualisasikan dengan teori hiperrealitas Baudrillard dan pandangan ahli lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan malam dalam Jakarta Undercover tidak lagi berfungsi sebagai refleksi realitas sosial, melainkan sebagai simulasi yang memproduksi dunia hiperreal. Tubuh, seksualitas, dan gaya hidup urban direduksi menjadi komoditas simbolik yang dipertukarkan dalam sirkulasi tanda tanpa referensi pada kenyataan hidup. Kondisi ini melahirkan kehampaan makna, di mana identitas manusia dan realitas kota hanya eksis sebagai citra konsumtif. Dengan demikian, Jakarta Undercover dapat dipahami bukan semata sebagai dokumentasi sosial, melainkan sebagai teks hiperreal yang sekaligus mereproduksi dan mengkritisi budaya konsumsi masyarakat urban kontemporer.
Copyrights © 2025