Perkembangan ekonomi digital mendorong pergeseran praktik negosiasi bisnis dari interaksi tatap muka ke komunikasi berbasis teks pada platform e-commerce, dengan bahasa Indonesia sebagai medium utama. Namun, kajian tentang negosiasi digital masih cenderung memosisikan bahasa sebagai aspek pendukung, bukan sebagai objek analisis utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi negosiasi berbahasa Indonesia dalam perdagangan e-commerce dengan menyoroti strategi kebahasaan dan relasi kekuasaan yang terbentuk antara penjual dan pembeli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan dan dokumentasi percakapan negosiasi pada platform e-commerce, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia digunakan secara strategis untuk membangun kepercayaan, melakukan persuasi, serta menegosiasikan posisi tawar dalam transaksi digital. Praktik negosiasi tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomis, tetapi juga merefleksikan relasi sosial dan kekuasaan yang dimediasi oleh bahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa negosiasi e-commerce merupakan arena diskursif yang kompleks, di mana bahasa berfungsi sebagai praktik ekonomi sekaligus praktik sosial dalam konteks ekonomi digital.
Copyrights © 2025