Di Indonesia secara umum menunjukkan bahwa sampah organic merupakan komponen terbesra pada timbulan sampah. Masalah yang terjadi adalah sampah ini terjadi pencampuran antara sampah organik dan non organik lalu dibuang begitu saja pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kondisi tersebut juga terjadi pada Pemukiman Kebon Bibit, Kelurahan Hajimena, Lampung Selatan. Pada pemukiman tersebut, sampah organik masih bercampur dengan sampah anorganik dan langsung diangkut ke TPA tanpa proses pengolahan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik pada level rumah tangga dengan mengubahnya menjadi eco enzyme. Metode pelaksanaan meliputi survei awal untuk identifikasi permasalahan, perancangan materi edukasi, sosialisasi, praktik langsung pembuatan eco enzyme, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh 12 peserta yang berasal dari Pemukiman Kebon Bibit dan melibatkan perwakilan PUPR Lampung Selatan. Praktik pembuatan eco enzyme dilakukan menggunakan perbandingan bahan 1:3:10 (gula merah:bahan organik:air) dengan bahan organik berupa kulit buah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 6 pada pretest menjadi 7,5 pada posttest. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik serta memberikan alternatif pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan berpotensi bernilai ekonomi
Copyrights © 2025