Penelitian ini mengkaji pengelolaan event Ca’ma Ca’ma yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar sebagai ruang ekspresi seni pertunjukan dan promosi kuliner lokal. Festival ini merepresentasikan integrasi budaya tradisional dan gaya hidup urban, dengan melibatkan pertunjukan seni, musik, dan pameran kuliner khas Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa Ca’ma Ca’ma berhasil menarik partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek teknis dan manajerial. Ketiadaan backstage bagi seniman, penataan ruang yang kurang fungsional, serta minimnya mitigasi cuaca menjadi indikator lemahnya perencanaan teknis. Analisis berdasarkan kerangka manajemen event Goldblatt menunjukkan bahwa tahap riset, desain, dan perencanaan belum dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dan partisipatif, guna meningkatkan kualitas pengelolaan event berbasis seni. Dengan manajemen yang lebih sensitif terhadap nilai budaya dan kebutuhan teknis, festival seperti Ca’ma Ca’ma berpotensi menjadi model pengembangan budaya urban dan pemberdayaan komunitas lokal secara berkelanjutan
Copyrights © 2025