Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pelajaran IPA Pokok Bahasan Daur Air Siswa Kelas V SDN 2 Dataran Bulan Renold, Renold; Jamhari, Mohammad; Rede, Amran
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.166 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN 2 Dataran Bulan. Tujuan penelitian ini adalah: untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) pada pelajaran IPA pokok baasan daur air siswa kelas V SDN 2 Dataran Bulan. Siswa yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 20 orang siswa di kelas V SDN 2 Dataran Bulan tahun ajaran 2012-2013. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sains teknologi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan sains teknologi masyarakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN 2 Dataran Bulan pada pokok bahasan daur air. Pada tes awal siswa yang tuntas 7 orang (presentase tuntas klasikal 35%) dan (daya serap klasikal 59,00%). Pada siklus I siswa yang tuntas 9 orang (presentase tuntas klasikal 45% dan daya serap klasikal 62,50%). Pada siklus II meningkat menjadi siswa yang tuntas 18 orang  atau prosentase ketuntasan klasikal 90% dan daya serap klasikal 81,50%. Dengan kata lain pada siklus II sudah memenuhi standar ketuntasan belajar, demikian pula dengan hasil observasi terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru. Pada siklus I dan siklus II dikategorikan cukup dan sangat baik. Dari hasil belajar yang diperoleh baik pada siklus I maupun pada siklus II dapat disimpulkan bahwa dengan memanfaatkan pendekatan sains teknologi masyarakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Dataran Bulan pada pelajaran IPA pokok bahasan daur air.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pada Pelajaran IPA Pokok Bahasan Daur Air Siswa Kelas V SDN 2 Dataran Bulan Renold, Renold; Jamhari, Mohammad; Rede, Amran
Jurnal Kreatif Online Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.166 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN 2 Dataran Bulan. Tujuan penelitian ini adalah: untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) pada pelajaran IPA pokok baasan daur air siswa kelas V SDN 2 Dataran Bulan. Siswa yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 20 orang siswa di kelas V SDN 2 Dataran Bulan tahun ajaran 2012-2013. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sains teknologi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan sains teknologi masyarakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN 2 Dataran Bulan pada pokok bahasan daur air. Pada tes awal siswa yang tuntas 7 orang (presentase tuntas klasikal 35%) dan (daya serap klasikal 59,00%). Pada siklus I siswa yang tuntas 9 orang (presentase tuntas klasikal 45% dan daya serap klasikal 62,50%). Pada siklus II meningkat menjadi siswa yang tuntas 18 orang  atau prosentase ketuntasan klasikal 90% dan daya serap klasikal 81,50%. Dengan kata lain pada siklus II sudah memenuhi standar ketuntasan belajar, demikian pula dengan hasil observasi terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru. Pada siklus I dan siklus II dikategorikan cukup dan sangat baik. Dari hasil belajar yang diperoleh baik pada siklus I maupun pada siklus II dapat disimpulkan bahwa dengan memanfaatkan pendekatan sains teknologi masyarakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Dataran Bulan pada pelajaran IPA pokok bahasan daur air.
ANALISIS MAKNA VERBA TOORU, SUGIRU DAN KOERU Renold, Renold
Paramasastra Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Verba  tooru,  sugiru,  dan koeru selain merupakan kata kerja pergerakan juga merupakan kata kerja yang bersinonim bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk membuktikan apakah ke tiga verba tesebut merupakan sinonim maka dilakukan analisis dengan teknik subtitusi antar kalimat dengan dua jenis verba yaitu:tooru????dan sugiru ?????; sugiru?????dan koeru?????; koeru?????dan tooru????. Berdasarkan hasil analisis ketiga verba tersebut diketahui bahwa; ?tooru? adalah verba yang memiliki ciri subjek mulai bergerak melewati objek dengan cara masuk kedalam objek tersebut dan berakhir setelah keluar dari objek, hal ini ditandai dengan keberadaan makna preposisi penanda tempat, ?sugiru? adalah verba yang memiliki ciri subjek bergerak tidak masuk kedalam objek melainkan hanya bergerak di samping objek tersebut,  ?koeru?adalah verba yang memiliki ciri subjek bergerak melewati objek dengan cara melewati sisi sebelah atas objek.
ANALISIS MAKNA VERBA TOORU, SUGIRU DAN KOERU Renold, Renold
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Verba  tooru,  sugiru,  dan koeru selain merupakan kata kerja pergerakan juga merupakan kata kerja yang bersinonim bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk membuktikan apakah ke tiga verba tesebut merupakan sinonim maka dilakukan analisis dengan teknik subtitusi antar kalimat dengan dua jenis verba yaitu:tooru「通る」dan sugiru 「過ぎる」; sugiru「過ぎる」dan koeru「超える」; koeru「超える」dan tooru「通る」. Berdasarkan hasil analisis ketiga verba tersebut diketahui bahwa; ‘tooru’ adalah verba yang memiliki ciri subjek mulai bergerak melewati objek dengan cara masuk kedalam objek tersebut dan berakhir setelah keluar dari objek, hal ini ditandai dengan keberadaan makna preposisi penanda tempat, ‘sugiru’ adalah verba yang memiliki ciri subjek bergerak tidak masuk kedalam objek melainkan hanya bergerak di samping objek tersebut,  ‘koeru’adalah verba yang memiliki ciri subjek bergerak melewati objek dengan cara melewati sisi sebelah atas objek.
Transformasi Museum Kota Makassar Melalui Pengembangan Aktivitas Interpretasi Berbasis Edukasi Renold, Renold; Eppang , Buntu Marannu; Darmayasa, Darmayasa; Djamaluddin, Muhammad Arya
Jambura Journal of Educational Management Volume 4 Nomor 2, September 2023
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjem.v4i2.2742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi daya tarik wisata yang terdapat di museum kota di Kota Makassar dan mengembangkan aktivitas interpretasi yang menarik di dalamnya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan metode R&D (Research and Development) berdasarkan model pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya program aktivitas interpretasi berbasis edukasi yang disusun berdasarkan rekomendasi dari pihak Pengelola Museum Kota Makassar, dengan fokus pada penyajian informasi melalui storytelling yang menarik serta aktivitas permainan yang sesuai dengan daya tarik wisata yang dimiliki oleh museum tersebut. Diharapkan bahwa produk interpretasi ini akan menjadi acuan bagi pelaku industri pariwisata yang ingin mengemas program aktivitas interpretasi berbasis edukasi yang menyenangkan di Museum Kota Makassar, sehingga dapat memperkaya pengalaman wisata budaya bagi pengunjung
Pelayanan Akomodasi Vila di Pantai Tanjung Bayang Makassar Mayasari, Mayasari; Ab., Ahmad; Renold, Renold
Journal of Hospitality Accommodation Management (JHAM) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Hospitality Accommodation Management (JHAM)
Publisher : Program Studi Manajemen Divisi Kamar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jham.v3i2.1500

Abstract

This study aims to evaluate the cleanliness level and identify the facilities and services expected by guests at vila accommodations on Tanjung Bayang Beach, Makassar. The method used is a qualitative descriptive analysis with qualitative data collection techniques. The results show that cleanliness in the vilas needs to be improved to meet optimal standards. Recommendations include improving cleanliness in all vila areas and providing facilities that meet guests' expectations. The implementation of these findings is expected to increase guest satisfaction and the competitiveness of the vila accommodations
Spotlight on festival travellers: Profiles, Motivations, and Experiences of Dieng Culture Festival Travellers, Indonesia Fajriaty Muchlis, Nur Farah; Rahayu, Mia; Renold, Renold; Ridwan, Masri
Jurnal Ilmiah Poli Bisnis Vol 16 No 1 (2024): Volume 16 Nomor 1
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jipb.v16i1.1352

Abstract

The study found a change in the motivation of visitors to the festival. This study aims to identify visitors' memorable experiences related to tourist attractions at the Dieng Culture Festival, held from 2020 to 2022. The research was conducted using a quantitative-interpretative approach, with research instruments designed to determine visitors' profiles, purposes, and experiences. The sample size consisted of 398 respondents and 5 key informants. The research methodology involved data collection through online surveys and in-depth interviews with key informants. The research findings are presented below. Based on the respondents' characteristics, it can be inferred that most visitors to the Dieng Culture Festival are over 20 years old. The primary purpose of their visit was to experience and participate in the jazz music performances held above the clouds, as indicated by 271 respondents (67.9%). The most prominent attendees are private employees, with 143 respondents (38.5%), followed by students. Notably, 321 respondents (80.5%) learned about the Dieng Culture Festival online. The gender of visitors is dominated by women, with 177 (44.4%) male respondents, while the number of female respondents is 222 (55.6%). Jazz music above the clouds is a memorable programme because it represents visitors' needs. The commodification of the Ruwatan procession of cutting dreadlocks is needed to increase the impression for visitors and strengthen the image of local cultural recognition.
Analisis Kebutuhan Program Pengabdian kepada Masyarakat Desa Nepo sebagai Desa Wisata Eppang, Buntu Marannu; Rahayu, Mia; Renold, Renold
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku3186

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan melestarikan potensi alam, budaya, dan sejarah yang dimiliki desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berperan penting dalam mendukung pengembangan desa wisata melalui intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Analisis kebutuhan diperlukan sebelum melakukan PkM untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, dan kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan pengembangan Desa Nepo sebagai desa wisata melalui intervensi PkM dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Metode yang digunakan adalah wawancara dan observasi lapangan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Nepo memiliki potensi alam, budaya, dan sejarah yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Namun, masyarakat masih membutuhkan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan produk wisata, strategi pemasaran, dan pengelolaan desa wisata. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan desa wisata di Desa Nepo, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program intervensi PkM yang tepat sasaran.
REPRESENTASI BENTUK KALIMAT PADA TUTURAN ANAK USIA 4 TAHUN Ismail, Asri; Saleh, Muhammad; Renold, Renold
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 4 Number 2 June 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v4i2.45033

Abstract

Sentence Form Representation in Speech of 4-Year-Old. Children This research aims to describe interrogative, declarative, and imperative sentence forms in 4 year-old children using descriptive research. The subject in this study was a 4-year-old boy named Ahmad Fauzan, called Fauzan. Fauzan was born in Bila Village, Amali District, Bone Regency. The method of data collection is done by recording, observing, and taking notes. The data analysis stage in this study went through three stages: (1) reduction, (2) presentation, and (3) drawing conclusions. The results of his research found 2 interrogative sentences, 5 declarative sentences, and 4 imperative sentences.
Bimbingan Teknis Pemanduan dan Penyusunan Paket Wisata Bahari Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan Wadid Rante, Margaretha; Renold, Renold; Machmury, Andri; Rahayu, Mia; Gunawan, Indra; Rifqoh, Hiro
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i1.113

Abstract

Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, memiliki potensi pariwisata yang signifikan yang meliputi alam, budaya, sejarah, bahari, dan buatan. Pengembangan pariwisata di wilayah ini berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah. Namun, seperti dilaporkan oleh penelitian sebelumnya, terdapat dampak positif dan negatif yang perlu diperhatikan. Pengembangan pariwisata juga memerlukan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat setempat. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Politeknik Pariwisata Makassar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam bidang pariwisata, khususnya dalam teknik pemanduan wisata dan penyusunan paket wisata. Melalui program ini, masyarakat setempat dapat lebih memahami dampak dari keterlibatan mereka dalam pengembangan sektor pariwisata. Metode penyampaian materi yang interaktif dan memperhatikan kebutuhan peserta menjadi kunci keberhasilan program ini. Penyusunan paket wisata juga menjadi aspek penting dalam pengembangan pariwisata, di mana para peserta kegiatan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Kesimpulannya, melalui kolaborasi antara berbagai pihak dan penerapan metode yang efektif, potensi pariwisata di Kabupaten Barru dapat dimaksimalkan untuk memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.