Pemantauan terapi obat (PTO) dilakukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan ketepatan penggunaan obat pada pasien. Pelaksanaan pemantauan terapi obat terlihat pada kasus seorang pasien yang datang ke Poli Saraf dengan keluhan tidak ada nafsu makan, bicara pelo, begah, mual, muntah, dan keluarga mengatakan pasien tidak mau makan sejak pulang perawatan dari Unit Stroke. Pasien didiagnosa Transient ischemic attack (TIA), sindroma dispepsia, dislipidemia, dan diabetes melitus tipe 2. Tujuan pemantauan terapi obat adalah untuk mengidentifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada pasien geriatri dengan diagnosa Transient ischemic attack (TIA), sindroma dispepsia, dislipidemia, dan diabetes melitus tipe 2. Metode yang dilakukan dalam pemantauan terapi obat ini adalah secara observasional dengan pengambilan data melalui catatan perkembangan pasien terintergrasi dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), analisis data menggunakan format SOAP, identifikasi Drug Related Problems (DRPs) berdasarkan klasifikasi PCNE (Pharmaceutical Care Network Europe) V9.1, dan melakukan visite secara langsung serta koordinasi profesional pemberi asuhan terkait intervensi pengobatan. Berdasarkan pemantauan terapi obat diperoleh drug related problems berupa adanya interaksi obat dengan kategori mayor antara Donepezil HCl dengan Risperidone yang dapat mengakibatkan meningkatnya risiko perpanjangan interval QT dan torsade de pointes. Setiap intervensi telah dicantumkan di catatan perkembangan pasien terintegrasi dan telah didiskusikan dengan dokter sehingga hasil intervensi dapat diimplementasikan.Kata kunci: Pemantauan terapi obat, Transient ischemic attack, Sindroma dispepsia, Dislipidemia, Diabetes melitus tipe 2
Copyrights © 2025