Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika merupakan salah satu destinasi super prioritas nasional yang dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan. Namun, percepatan pembangunan kawasan ini menghadapi tantangan berupa degradasi lingkungan, komersialisasi budaya, dan keterpinggiran masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan ekowisata berbasis green tourism dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Community Based Tourism (CBT). Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi potensi lokal, penyusunan modul pelatihan, praktik lapangan, pembentukan kelembagaan Pokdarwis, serta evaluasi berbasis hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 50–70% terkait konsep ekowisata, konservasi lingkungan, dan pelayanan wisata berbasis komunitas. Selain itu, terbentuk kelembagaan Pokdarwis Mandalika Green Community dengan struktur organisasi sederhana dan rencana kerja awal berbasis konservasi. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu mengenai efektivitas PRA dan CBT, namun novelty kegiatan ini terletak pada integrasi kedua pendekatan dalam pelatihan ekowisata berbasis green tourism. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas masyarakat lokal sekaligus menghasilkan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di destinasi super prioritas lainnya di Indonesia.
Copyrights © 2025