Latar belakang : Penyakit Tuberkulosis (TB) paru tetap menjadi masalah serius di bidang kesehatan global, dan Indonesia mengalami peningkatan jumlah kasus tertinggi kedua di dunia. Di RSUD Ruteng data menunjukan adanya kesulitan dalam kepatuhan pasien terhadap terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Meskipun penelitian serupa telah dilakukan di berbagai wilayah, studi di Kabupaten Manggarai masih terbatas. Dengan tingginya prevalensi TB paru di Manggarai, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan, khususnya self-efficacy, sebagai dasar untuk mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif di tingkat lokal. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan menjalani terapi OAT pada pasien TB paru di RSUD Ruteng. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelatif dengan metode pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah non probability sampling dengan metode accidental sampling, melibatkan 108 orang pasien TB Paru. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat yaitu distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistik kendall’s tau. Hasil Penelitian: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 55 responden (50,9%) memiliki self-efficacy baik, sementara 40 responden (37,0%) menunjukan kepatuhan baik terhadap terapi OAT. Ditemukan hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kepatuhan menjalani terapi OAT pada pasien TB Paru di RSUD Ruteng dengan nilai P value 0,006 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini Self efficacy memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi OAT. Kata Kunci : Kepatuhan, Self Efficacy, TB Paru, Terapi OAT
Copyrights © 2025