Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia dini melalui penerapan permainan tradisional Gobak Sodor di TK Islam Nurul Iman, Meruya Selatan, Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model spiral dari Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 20 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif menggunakan indikator kemampuan kerjasama, dokumentasi, dan catatan lapangan, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kerjasama anak dari pra-siklus sebesar 35%, menjadi 63% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 91 % pada siklus II. Indikator kerjasama yang mengalami peningkatan meliputi kemampuan berbagi, bergiliran, membantu teman, mematuhi aturan, dan berkomunikasi dalam kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan Gobak Sodor efektif sebagai media pembelajaran sosial yang menyenangkan dan berbasis budaya lokal. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran anak usia dini untuk menumbuhkan sikap kooperatif, empati, dan komunikasi sosial. Guru disarankan untuk aktif membimbing dan merefleksikan proses bermain guna mengoptimalkan perkembangan sosial anak.
Copyrights © 2025