Penyaluran bantuan pascabencana kerap terjebak pada pendekatan karitatif yang bersifat sesaat, menciptakan ketergantungan, dan mengabaikan potensi pemulihan ekonomi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan merumuskan model sinergi ekonomi-humanitarian yang efektif, dengan studi kasus di Kabupaten Pidie Jaya pascagempa 2016. Model ini mengintegrasikan mekanisme penyaluran donasi dengan program rehabilitasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap 20 informan kunci (penyintas, relawan, pengelola dana, aparatur desa, dan pelaku usaha lokal), serta analisis dokumen laporan penyaluran bantuan. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang efektif dibangun melalui tiga pilar utama: (1) Mekanisme Hibah Berbasis Komite Masyarakat yang transparan dan akuntabel, (2) Konversi Bantuan Tunai menjadi Modal Usaha Kolektif (seperti joint production ternak kambing dan pembangunan kedai kopi komunitas), dan (3) Pendampingan Teknis Berkelanjutan oleh fasilitator lokal. Sinergi ini berhasil mengubah paradigma bantuan dari konsumtif menjadi produktif, memulihkan ekonomi lokal, dan sekaligus memperkuat kohesi sosial. Model ini direkomendasikan sebagai alternatif dalam manajemen bencana di Indonesia untuk menciptakan pemulihan yang lebih tangguh dan berdikari.
Copyrights © 2026