Hernia merupakan kasus bedah yang sering ditemui pada negara berkembang. Lebih dari 800.000 operasi untuk perbaikan hernia inguinalis terjadi pertahunnya. Hernia inguinalis merupakan hernia yang paling sering diderita laki-laki yang berusia di atas 50 tahun dan pada bayi baru lahir (kongenital). Hernia inguinalis dapat dibedakan berdasarkan lokasinya (direct, indirect, dan femoralis). Mekanisme tersering yang dapat menyebabkan terjadinya kasus hernia adalah peningkatan tekanan intra abdomen dan memiliki riwayat lemahnya otot-otot abdomen. Dua hal diatas dapat berpengaruh langsung pada saat melakukan aktivitas yang menambah beban abdomen secara signifikan seperti saat mengejan, mengangkat beban yang di luar kapasitas, obesitas dan juga kehamilan. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui gambaran distribusi pendertita hernia inguinalis di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh pada tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 orang yang mengalami hernia inguinalis. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil analisis univariat menunjukkan distribusi frekuensi hernia inguinalis kategori usia paling banyak adalah usia dewasa (49%), kategori jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki (83%), kategori pekerjaan paling banyak adalah bekerja (57%), kategori tatalaksana paling banyak adalah hernioraphy (66%). Kategori penyakit penyerta paling banyak adalah tanpa disertai penyakit penyerta (94%) dan penderita hernia inguinalis kongenital paling banyak adalah tidak disertai dengan hernia kongenital (91%).
Copyrights © 2026