Appendicitis merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan bedah yang paling sering dijumpai dan dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian appendicitis di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Februari hingga April 2025. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan telaah rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, status gizi, pekerjaan, dan gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien appendicitis berada pada rentang usia 18–40 tahun, mayoritas pasien appendicitis berjenis kelamin perempuan, banyak pasien appendicitis memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta, memiliki status gizi overweight, serta lebih banyak memiliki gaya hidup tidak sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia produktif, jenis kelamin perempuan, status gizi berlebih, pekerjaan swasta, dan gaya hidup tidak sehat merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian appendicitis. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terhadap kelompok berisiko sangat penting dilakukan untuk menekan angka kejadian appendicitis.
Copyrights © 2025