Dismenorea merupakan keluhan kesehatan yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah yang dapat menciptakan gangguan pada siklus menstruasi dan dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, kram dan rasa tidak nyaman diperut. Dismenorea biasanya dirasakan sebelum atau selama mentruasi dari hari pertama hingga beberapa hari selama periode haid. Remaja yang mengalami dismenorea lebih cenderung sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan mengalami tingkat stres yang tinggi. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dan stres dengan kejadian dismenorea pada siswi MAN 3 Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 67 orang. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan kejadian dismenorea pada siswi didominasi oleh sedang sebanyak 42 orang (62,7%), tingkat kebiasaan mengkonsumsi fast food didominasi oleh sering sebanyak 49 orang (73,1%) dan tingkat stres didominasi oleh stres sedang sebanyak 37 orang (55,2%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji spearman yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsumsi makanan fast food (p=0,000) dan tingkat stres (p=0,000) dengan tingkat keparahan dismenorea dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,472 pada konsumsi makanan fast food dan 0,594 pada tingkat stres, sehingga keputusannya adalah menerima hipotesis alternatif (Ha).
Copyrights © 2025