Aslinar
Bagian Ilmu Kesehatan AnakFakultas Kedokteran Universitas Andalas/RS Dr. M. Djamil Padang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Increasing The Learning Enthusiasm of Elementary School Students Using Numeracy Guess The Number Ok Yes Combined With Ice Breaking to Show The Profile Of Pancasila Students Aslinar; Nengsih, Ade Wahyu Asririya
Indonesian Journal of Sport, Health and Physical Education Science Vol. 1 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Sport Health and Physical Education Science
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/inasport.v1i1.75

Abstract

The purpose of this research is to increase students' enthusiasm for learning in the learning process by using numeracy guessing numbers ok yes combined with ice breaking. The method used is PTK (Classroom Action Research) with two cycles. In cycle I, did not use numeracy guessing numbers ok yes ice breaking, while in cycle II in every lesson using numeracy guessing numbers ice breaking ok yes which makes children enthusiastic and eager to learn and there is also a critical thinking process in learning that is useful for distinguishing various kinds of numbers. The subjects in this study were grade 6 (six) elementary school students in Mukomuko Regency, totaling 15 students. The learning outcomes obtained in cycle I were 46%, while in cycle II 100% by using the numeracy guess the number ok yes ice breaking learning pattern. The conclusion of this study is that numeracy guessing numbers ok yes combined with ice breaking can increase students' enthusiasm for learning in the learning process which shows the profile of Pancasila students and can make students think more critically.
Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Di SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya Hafni, Rahmah; Elmiyati; Aslinar
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.675

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi dimana seseorang dalam keadaan fisik, mental dan sosial yang baik terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan reproduksi dan cara kerjanya. Kesehatan reproduksi pada remaja lebih mudah terpengaruh oleh berbagai jenis penyakit khususnya infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual dikarenakan adanya kombinasi beberapa faktor resiko seperti perilaku biologi, lingkungan, dan budaya pada remaja. Pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi meliputi berbagai pengetahuan tidak hanya definisinya saja namun pengetahuan lain yang menunjang informasi kesehatan reproduksi yang lebih luas.Penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi gambaran pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi di SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada penelitian populasi yang diambil adalah siswa dan siswa kelas X-XI dengan sampel 161 responden. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Kategori baik >76-100%, kategori sedang 60-75%, kategori kurang <60%. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasilnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dalam kategori baik meliputi pengetahuan mengenai definisi kesehatan reproduksi berjumlah 95 orang (59%), pengetahuan masa pubertas 102 orang (63,4%), pengetahuan mengenai penyakit menular seksual berjumlah 84 orang (52,2%), pengetahuan kehamilan yang tidak diinginkan berjumlah 93 orang (58,7%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa siswa dan siswi SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya memiliki pengetahuan yang baik terhadap kesehatan reproduksi.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dan Stres Dengan Kejadian Dismenorea Pada Siswi MAN 3 Kota Banda Aceh Makhfirah, Syarifah Ulfah; Lubis, Silvia Yasmin; Aslinar
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.623

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan kesehatan yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah yang dapat menciptakan gangguan pada siklus menstruasi dan dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, kram dan rasa tidak nyaman diperut. Dismenorea biasanya dirasakan sebelum atau selama mentruasi dari hari pertama hingga beberapa hari selama periode haid. Remaja yang mengalami dismenorea lebih cenderung sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan mengalami tingkat stres yang tinggi. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dan stres dengan kejadian dismenorea pada siswi MAN 3 Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 67 orang. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan kejadian dismenorea pada siswi didominasi oleh sedang sebanyak 42 orang (62,7%), tingkat kebiasaan mengkonsumsi fast food didominasi oleh sering sebanyak 49 orang (73,1%) dan tingkat stres didominasi oleh stres sedang sebanyak 37 orang (55,2%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji spearman yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsumsi makanan fast food (p=0,000) dan tingkat stres (p=0,000) dengan tingkat keparahan dismenorea dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,472 pada konsumsi makanan fast food dan 0,594 pada tingkat stres, sehingga keputusannya adalah menerima hipotesis alternatif (Ha).
Perbandingan Status Gizi Balita Sebelum dan Sesudah Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal di Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2024 Shiddiq, Fitrian Ash; Eka Yunita Amna; Aslinar
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.630

Abstract

Status gizi yang baik pada balita sangat krusial dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Salah satu upaya untuk meningkatkannya adalah melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Di Puskesmas Kuta Alam, PMT lokal diberikan kepada balita yang mengalami gizi kurang (BB/TB), berat badan kurang (BB/U), dan pendek (TB/U atau PB/U). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan status gizi balita sebelum dan sesudah menerima PMT lokal pada tahun 2024. Studi ini mengadopsi desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 91 balita berusia 6 hingga 59 bulan yang telah mengikuti program pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal selama 28 hingga 56 hari menjadi sampel dalam penelitian ini. Untuk menganalisis data, digunakan uji paired sample t-test. Temuan dari studi ini mengindikasikan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) yang menggunakan pangan lokal memiliki dampak penting terhadap status gizi balita. Sebanyak 45,7% balita dengan gizi kurang meningkat menjadi gizi baik, 43,8% balita dengan berat badan kurang meningkat menjadi berat badan normal, dan 33,3% balita pendek meningkat menjadi tinggi badan normal. Berdasarkan temuan studi ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) yang berbasis pada pangan lokal terbukti optimal dalam meningkatkan status gizi balita yang mengalami permasalahan gizi. Disarankan pemberian PMT dilakukan lebih dari 28–56 hari agar lebih banyak balita penerima program mengalami perbaikan status gizi.
Analisis Penggunaan Smartphone Terhadap Kualitas Tidur Remaja di SMAN 1 Banda Aceh Qulub, Afifatul; Aslinar; Elmiyati
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.745

Abstract

Dalam keseharian remaja, smartphone telah menjadi perangkat yang tak terpisahkan; meskipun demikian, konsumsi yang berlebihan diyakini berpotensi memengaruhi mutu tidur mereka. Studi ini berupaya mengidentifikasi korelasi antara intensitas pemakaian smartphone dan kualitas tidur di kalangan remaja yang menempuh pendidikan di SMAN 1 Banda Aceh. Peneliti menerapkan metode kuantitatif deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional, melibatkan sebanyak 75 siswa kelas XI sebagai partisipan yang dipilih secara acak. Pengumpulan data memanfaatkan dua alat ukur, yakni Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) untuk mengukur tingkat adiksi terhadap smartphone serta Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai mutu tidur. Temuan pada analisis univariat memperlihatkan bahwa sebanyak 49 siswa (65,3%) menunjukkan penggunaan smartphone pada tingkat tinggi, sementara 48 responden (64%) mengalami kualitas tidur yang rendah. Uji Chi-Square sebagai analisis bivariat mengungkapkan tidak terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dan kualitas tidur remaja (nilai p = 0,182). Namun demikian, pola yang teramati menunjukkan bahwa siswa dengan frekuensi penggunaan smartphone yang lebih besar cenderung memiliki kualitas tidur yang kurang optimal. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja di SMAN 1 Banda Aceh memiliki kecenderungan terhadap penggunaan smartphone yang intens disertai dengan rendahnya kualitas tidur, walaupun secara statistik kedua variabel tersebut tidak terpapar relasi yang bermakna. Untuk itu, disarankan agar sekolah, orang tua, serta para siswa lebih memperhatikan pentingnya pengelolaan penggunaan smartphone secara sehat dan penanaman pola tidur yang baik melalui edukasi yang berkesinambungan.