Air bersih adalah kebutuhan vital, dan air sumur menjadi sumber utama bagi banyak masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Lamtadok, Kabupaten Aceh Besar. Survei awal di lokasi ini menunjukkan masalah pada kualitas air sumur, seperti berwarna kuning kecoklatan dan berbau, serta adanya data peningkatan penyakit infeksi kulit di puskesmas setempat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kelayakan air untuk kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sumur di Desa Lamtadok berdasarkan parameter fisik (warna dan bau) dan kimia (kandungan besi). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian mencakup seluruh 31 sumur yang digunakan masyarakat di sekitar lahan pertanian Desa Lamtadok, dengan teknik pengambilan total sampling. Variabel independen adalah parameter fisik (warna, bau) dan kimia (besi), sedangkan variabel dependen adalah hasil analisis kualitas air sumur. Sampel air diuji di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banda Aceh, dan data dianalisis secara univariat menggunakan SPSS untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Dari 31 sampel menunjukkan bahwa 19 sumur (61,3%) memiliki air yang berbau dan tidak memenuhi syarat. Untuk parameter warna, 9 sumur (29,0%) tidak memenuhi syarat dengan nilai di atas ambang batas. Sementara itu, pada parameter kimia, 10 sumur (32,3%) memiliki kadar besi (Fe) terlarut yang melebihi standar aman. Penelitian ini menyimpulkan sebagian besar air sumur di Desa Lamtadok masih layak digunakan. Namun, perlu perhatian untuk parameter yang melebihi batas aman sesuai dengan Permenkes No.2 tahun 2023 karena berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat
Copyrights © 2025