Diabetes melitus tipe II merupakan gangguan metabolisme yang dikarakteristikkan dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas batas normal sebagai konsekuensi dari disfungsi produksi insulin oleh sel beta pankreas atau resistensi jaringan perifer terhadap hormon insulin. Penelitian ini menerapkan rancangan observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 77 penderita DM tipe II yang menjalani pengobatan di poli penyakit dalam RSUD Meuraxa periode MeiāJuni 2025 yang diseleksi melalui teknik purposive sampling . Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner Food Frekuensi Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), serta dokumentasi rekam medis, selanjutnya data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat melalui uji chi-square . Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden menerapkan pola konsumsi makanan yang tidak baik (67,5%) dan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas rendah (61%). Hasil analisis bivariat menampilkan adanya korelasi yang bermakna secara statistik antara pola konsumsi makanan dan tingkat aktivitas fisik terhadap kejadian DM tipe II (nilai p = 0,000). Hasil penelitian ini menegaskan urgensi penerapan manajemen diet yang tepat dan optimalisasi aktivitas fisik sebagai strategi mendasar dalam upaya pencegahan dan pengobatan DM tipe II.
Copyrights © 2025