Infeksi menular seksual (IMS) merupakan kondisi Kesehatan yang dapat menyebar melalui kontak seksual dengan individu yang terinfeksi. Penyebab IMS bervariasi, meliputi beragam mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Menurut UNFPA dan WHO, 1 dari 20 remaja tertular IMS setiap tahunnya. Ini menunjukkan tingkat kejadian IMS yang terus meningkat di kalangan remaja, yang mungkin disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap remaja terhadap IMS. Tingginya kasus IMS di kalangan remaja berdasarkan data dari Dinas Kesehatan maupun laporan surveilans menunjukkan peningkatan kasus seperti HIV, sifilis, dan gonore. penting untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan sikap pelajar berkontribusi terhadap perilaku berisiko tersebut. Maka dari itu peneliti tertarik melakukan penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara pengetahuan dan sikap pelajar terhadap tingginya jumlah kasus IMS di Aceh. Desain penelitian menggunakan Analitik Observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di MAN 3 dan MAN 1 Banda Aceh pada bulan Juli-Agustus 2025. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan kusioner yang dibagikan secara langsung kepada siswa MAN 3 dan MAN 1 Banda Aceh yang terpilih sebagai sampel. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa mayoritas pelajar (52,6%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai IMS, mayoritas pelajar (53,7%) memiliki sikap yang baik mengenai IMS, mayoritas pelajar (53,7%) menunjukkan perilaku pencegahan yang baik mengenai IMS, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan IMS (p<0,002), terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara sikap pelajar dengan perilaku pencegahan IMS (p=0,001).
Copyrights © 2025